Pendidikan & Kesehatan

Lima Orang Siswa SMK Kelautan Puger Jember Masih di China

Sekejam-kejamnya Virus Corona Lebih Kejam Virus Colokna

Kepala SMK Kelautan Puger Kuntjoro Dhiyauddin

Jember (beritajatim.com) – Lima orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Kelautan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur masih berada di Republik Rakyat China. Kondisi mereka terus dipantau oleh sekolah melalui kedutaan besar di China.

Hal ini dikemukakan Kepala SMK Kelautan Puger Kuntjoro Dhiyauddin, Rabu (12/2/2020). “Ada 13 orang siswa selama tiga tahun mendapat beasiswa kuliah di China. Satu orang sudah pulang empat bulan lalu karena lulus. Tujuh orang pulang karena libur dan sekaligus bersamaan dengan wabah,” katanya.

Kuntjoro sudah melaporkannya ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Yang masih tinggal di sana kami pantau terus. Lima anak yang masih di sana aman, karena jarak mereka dengan Wuhan sekitar 500 kilometer,” katanya. Selain itu, kampus masih menjamin keamanan mahasiswa tersebut.

Kerjasama dengan RRC sudah berjalan tiga tahun terakhir. “Kami pernah kunjungan dua kali ke China. Bahkan sudah pernah melakukan pertukaran pelajar dengan China. Kami punya empat MOU dengan perguruan tinggi di China,” kata Kuntjoro.

Tahun pertama, SMK Kelautan mengirim dua orang siswa ke China. Tahun kedua, ada enam orang dikirim, dan tahun ketiga ada tujuh orang dikirim. “Kalau selama enam bulan semester pertama, ada progres kemampuan berbahasa China, mereka mendapat beasiswa. Ada yang sebulan Rp 5 juta, ada yang sebulan Rp 10 juta, di samping SPP dan asrama (gratis),” kata Kuntjoro.

Kuntjoro sendiri yakin sekejam-kejam virus corono masih lebih kejam virus ‘colokna’. Dalam bahasa Madura, colokna berarti mulut atau ucapan. “Kalau ‘colok’ ngomong seenaknya, apalagi fitnah,” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar