Pendidikan & Kesehatan

Sejumlah Gereja di Mojokerto Tiadakan Ibadah Sabtu-Minggu

Pengumuman terkait ditiadakannya ibadah Sabtu-Minggu di Gereja Katolik Santo Yosef Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sejumlah Gereja Katolik di Mojokerto meniadakan ibadah Sabtu-Minggu, pengurus gereja meminta agar jemaat beribadah di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan pengurus gereja untuk mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tempat peribadatan.

Seperti di Gereja Katolik Santo Yosef Jalan Pemuda, Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pemberitahuan terkait ibadah di rumah masing-masing ditempel pengurus gereja di papan pengumuman. Sebelumnya, pengurus sudah menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan menerapkan sistem Social Distancing.

Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP) Mojokerto Fransheri (51) mengatakan, peniadaan ibadah Sabtu-Minggu di Gereja Katolik Santo Yosef dan yang berada di naungannya tidak lepas dari pertimbangan tentang penyebaran Covid-19. Peniadaan ibadah Sabtu-Minggu ini setelah didapatkan pengurus.

“Tadi kami sudah briefing dengan pengurus gereja dan hasilnya ibadah Sabtu-Minggu di Gereja Santo Yosef ditiadakan hingga Minggu depan. Namun kita tetap meminta agar pada jemaat untuk beribadah di rumah masing-masing,” ungkapnya, Sabtu (21/3/2020).

Peniadaan ibadah Sabtu-Minggu di gereja tidak hanya di Kota Mojokerto melainkan juga dilakukan sejumlah gereja katolik yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Seperti di Kecamatan Pacet, Trawas dan Dawarblandong serta Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang dan Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

“Kita tak mau mengambil resiko terkait penyebaran virus Corona sehingga diputuskan agar para Jemaat beribadah di rumah masing-masing. Di Gereja Katolik Santo Yosep ada sekitar 1.300 jemaat. Tak hanya meniadakan ibadah Sabtu-Minggu, beberapa kegiatan bakti sosial yang sudah di rencanakan juga terpaksa kita tiadakan,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar