Pendidikan & Kesehatan

Segera Diaktifkan, RS Lapangan Malang untuk Pasien Ringan Hingga Sedang

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma).

Malang (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap 10 hari ke depan Rumah Sakit Darurat Lapangan Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) segera dioperasikan. Dia meninjau RS Lapangan bersama Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Sabtu (5/12/2020).

“Kita berharap ini (RS Lapangan) tidak dipakai, tetapi memang ini harus disiapkan. Pasien gejala ringan itu tolong jangan isolasi mandiri di rumah. Yang ringan, juga jangan menambah beban dari rumah sakit. karena RS Lapangan sudah punya alat kesehatan yang cukup,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, pasien dengan gejala ringan dan sedang banyak berasal dari klaster keluarga. Beberapa hari terakhir terjadi kelonjakan pasien Covid-19 dari klaster keluarga di Kota Malang. Akibatnya, beberapa RS rujukan mulai kewalahan sehingga RS Lapangan diharapkan mampu mengatasi kepadatan pasien di RS rujukan.

“Isolasi mandiri hari ini mengkhawatirkan, kalau sama-sama kurang disiplin, itulah yang menjadikan klaster keluarga. Beberapa bulan lalu di Kota Malang klaster keluarga, sekarang di Kota Batu klaster keluarga, dan di kabupaten kota lain, juga begitu, bukan hanya di Jawa Timur, tapi provinsi yang lain,” papar Khofifah.

Khofifah mengatakan, semua pasien COVID-19 yang dirawat di RS Lapangan tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, syarat utama pasien masuk RS Lapangan adalah membawa bukti uji swab bahwa sedang positif COVID-19.

“Yang sudah terkonfirmasi, segera isolasi, di sini free (gratis), tidak dipungut biaya. Sampaikan pesan ini kepada masyarakat. Tentu yang masuk ke sini, yang sudah terkonfirmasi positif. Jadi syarat masuknya membawa surat keterangan bahwa dia positif. Kalau belum mendapatkan surat terkonfirmasi positif, pasti tidak bisa. Karena memang semua ini (Malang Raya) masuk dalam zona merah, jadi semua harus berada dalam tatanan, bagaimana pelayanan kepada pasien Covid-19,” tandas Khofifah. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar