Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

SDN Jamintoro 3 Jember Mangkrak 5 Tahun, Bupati Hendy Minta Maaf

Bupati Hendy Siswanto di SDN Jamintoro 3 Sumberbaru Jember, 23 September 2022

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto meminta maaf kepada warga karena Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, baru bisa memperbaiki Sekolah Dasar Negeri Jamintoro 3, Kecamatan Sumberbaru, setelah lima tahun terabaikan.

“Selama lima tahun sekolah ini ambruk, dan mereka (para siswa) bersekolah memakai tenda dan numpang di musala dan rumah warga. Saya mohon maaf, baru sekarang Pemkab Jember hadir untuk memperbaiki SDN Jamintoro 3 ini,” kata Hendy, saat mengunjungi SDN Jamintoro 3, Jumat (23/9/2022).

Menurut Hendy, masih ada seratus sekolah dari 906 sekolah yang rusak berat. “Kami perlu melakukan perbaikan cepat. Kami akan atur anggaran untuk hal tersebut,” kata pria yang dilantik jadi bupati pada medio Februari 2021 itu.


Hendy meminta warga Dusun Tempuran, Desa Jamintoro, agar tetap bersemangat dan menyekolahkan anak-anak mereka. “Mari sekolahkan semua. Jangan sampai tidak bersekolah. Di sini sekolah taman kanak-kanak masih belum ada. Kami akan usahakan segera ada,” katanya.

SDN Jamintoro adalah sekolah dasar yang dibangun berdasarkan instruksi presiden pada 1987. Sekolah tersebut masuk kategori sekolah terpencil yang hanya memiliki tiga ruang kelas yang diperuntukkan untuk pemerataan pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil.

Usia membuat kondisi bangunan sekolah lapuk. Lama tidak diperbaiki dan dirawat, bangunan sekolah itu mengalami kerusakan parah. Akhir 2017, pihak sekolah memutuskan untuk membongkar atap dan genteng tiga ruang kelas yang rusak.

“Kondisi bangunannya memprihatinkan dan khawatir membahayakan guru dan murid, akhirnya (genteng-genteng dan atap) diturunkan,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember Suko Winarno.

Dengan jumlah 60 orang siswa saat itu, pihak sekolah tak punya pilihan selain menggelar kegiatan belajar mengajar di luar sekolah. Kegiatan belajar mengajar pun dilaksanakan di sejumlah lokasi. “Pihak sekolah berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Belajar mengajar ditempatkan di musala, rumah penduduk,” kata Suko.

Awal 2021, anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bergotong royong menyiapkan ruang kelas kecil. “Ruang itu sebetulnya ruang kepala sekolah.” kata Suko.

Kondisi SDN Jamintoro 3 yang memprihatinkan itu membuat jumlah siswa berkurang drastis. Tahun ini, tersisa 27 orang anak yang belajar di sana. Kondisi SDN Jamintoro 3 ini pun sempat viral di media sosial.

Pemerintah Kabupaten Jember kemudian mengalokasikan anggaran renovasi bangunan sekolah pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022. Ada tiga ruang kelas baru yang dibangun menggantikan ruang kelas yang sudah bobrok. “Tinggal ruang guru yang belum diperbaiki. Kondisinya juga parah. Insya Allah tahun depan kami anggarkan perbaikannya,” kata Suko.

Suko berharap dengan perbaikan tersebut, SDN Jamintoro 3 bisa bangkit kembali. “Nantinya bisa kembali seperti dulu lagi. Sekarang sudah memenuhi syarat untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev