Pendidikan & Kesehatan

SDN di Kota Mojokerto Manfaatkan Panggung Boneka untuk Sarana Sosialisasi

Siswa SDN Kranggan 4 saat menyaksikan pertunjukkan panggung boneka di halaman sekolah. Foto: misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – SDN Kranggan 4 Kota Mojokerto memanfaatkan panggung boneka sebagai sarana sosialisasi kepada para siswanya. Panggung boneka yang digelar di halaman sekolah merupakan sarana untuk melakukan sosialisasi yang dikemas dalam bentuk cerita.

Para siswa membuat media pertunjukkan dengan alat sederhana. Sebuah bangku sekolah dijadikan sebagai arena panggung. Sementara kardus bekas juga disulap sebagai latar panggung. Agar terlihat menarik, permukaannya dihias dengan kertas bergambar tokoh film superhero.

Papan kardus berukuran sekitar 1,5 meter x 1 meter itu sebelumnya juga telah diberi lobang persegi panjang di bagian tengahnya. Setelah itu, papan ditutup dengan kain korden. Sementara di belakangnya, tampak dua dalang cilik yang sibuk menyiapkan jalan ceritanya.

Sementara keduanya dengan piawai memainakan dua buah boneka tangan. Semetara di balik panggung, siswa tersebut memainkan dialog cerita sembari membaca naskah. Tema yang diangkat dalam cerita adalah tentang lingkungan. Mereka mensosialisasikan akan pentingnya menjaga lingkungan.

Khususnya menjaga kebersihan sekolah dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kepala SDN Kranggan 4, Anik Winarni mengatakan, semua yang memerankan para siswa. “Dalam pertunjukkan panggung boneka, siswa bisa dengan bebas mengusung berbagai topik cerita. Adegan itu biasanya ditampilkan pada waktu dan momen-momen tertentu,” ungkapnya, Jumat (16/8/2019).

Seperti pada jam istirahat, para siswa memberikan penyuluhan tentang makanan sehat di depan kantin sekolah. Saat musim penghujan, wabah demam berdarah menjadi tema penyuluhan dalam bentuk panggung boneka tentang cara penanggulangan maupun pencegahannya.

“Melalui cara tersebut diharapkan pesan atau informasi akan lebih efektif tersampaikan kepada seluruh siswa. Selain aksi panggung yang dapat memikat perhatian massa, penyampaian pesan yang dibawakan sesama siswa juga dinilai lebih mudah diterima oleh peserta didik,” harapnya.

Menurutnya, jika yang melakukan sosialisasi tersebut sesama siswa maka tujuannya akan lebih mengena. Namun cara tersebut tanpa mengurangi peran guru untuk menyampaikan materi akademis dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sehingga, panggung boneka yang sudah diterapkan sejak 2017 itu dikhususkan untuk dipertunjukkan di luar kelas. Selain sebagai tontonan, panggung boneka juga bisa sebagai saranan tuntunan siswa. Karena di sepanjang alur cerita yang diusung mengandung unsur yang mendidik.

“Anak-anak lebih suka jika dikemas dalam bentuk panggung boneka dan disampaikan teman-temannya sendiri. Walaupun di dalam kelas sudah terintegrasi dengan mata pelajaran,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar