Pendidikan & Kesehatan

SD Khadijah Siapkan Skema Alternatif Belajar Mengajar New Normal

Surabaya (beritajatim.com) – Tahun ajaran baru segera dimulai, pemerintah saat ini tengah menggodok konsep New Normal dalam menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu sektor pendidikan pun berbenah, seperti halnya SD Khadijah Wonorejo Surabaya.

SD Khadijah saat ini menyiapkan beberapa konsep belajar mengajar yang bisa diterapkan selagi menunggu keputusan dari pemerintah. Kepala SD Khadijah Muhammad Iqbal mengatakan bahwa pihaknya mentiapkan skema alternatif pembelajaran di tahun ajaran baru setelah berdiskusi dengan perwakilan orang tua.

Ada empat konsep atau alternatif pencegahan penularan Covid-19 yang bisa diterapkan di SD Khadijah Wonorejo saat ini; pertama skema pembatasan jam belajar dan dengan protokol jaga jarak di dalam kelas dengan jarak bangku antar siswa ditata 1,5 meter per anak.

Kedua, siswa yang masuk sekolah dibagi mejadi dua, separuh masuk pagi separuh lagi masuk siang. Hal ini pun akn berpengaruh pada lamanya jam belajar siswa di sekolah. Kelas pagi dimulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. “Kemudian dilanjutkan mulai kelas siang pukul 11.00 WIB sampai pukul 14.00,” jelasnya, Senin (8/6/2020).

Ketiga, lanjut Iqbal, pembagian hari: setengah masuk senin sampai Rabu dan sisanya lagi Kamis sampai Sabtu. Jam belajar bisa agak panjang hingga 4 jam per hari. Dan terakhir atau keempat pemanfaatan kelas daring secara penuh.

Iqbal mengatakan bahwa sekolahnya tidak kesulitan dalam pembelajaran daring. Jadi ia menganggap empat skema yang disiapkan bisa diaplikasikan dengan maksimal. “Saya sudah meyiapkan ruangan untuk guru-guru untuk shooting materi. Perangkat sudah kita siapkan seperti yang sudah diterapkan pada Ramadan kemarin dan terbukti efektif,” ujarnya.

Akan tetapi, Iqbal juga merasa khawatir kalau anak didiknya terpapar Covid-19. Untuk itu, selain alternatif skema belajar mengajar yang sudah disepakati, pihaknya akan membekali para siswa dan guru dengan protokol kesehatan secara ketat.

Disamping itu, SD Khadijah saat ini juga sudah menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield atau pelindung wajah untuk guru dan siswa. Memperbanyak tempat cuci tangan, rak sepatu dan sarana prasana lainnya. Selain itu, jalur masuk dan keluar sekolah siswa sudah hanya dibuka satu pintu.

“Kebiasaan berjabat tangan dengan guru juga akan ditiadakan, dan jarak berbaris siswa akan diatur sedemikian rupa supaya tidak bersentuhan. Selama satu bulan masuk sekolah, siswa akan dilatih protokol kesehatan, karena hal itu akan menjadi kebiasaan baru,” pungkasnya. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar