Pendidikan & Kesehatan

SBMPTN Dibuka Lusa, Ini yang Harus Diperhatikan Pendaftar

Surabaya (beritajatim.com) – Berbagai tahapan masuk ke perguruan tinggi negeri telah dijalani, saat ini pun banyak siswa yang sedang menunggu Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Pendaftaran tersebut dibuka pada 10 Juni 2019 di laman pendaftaran-sbmptn.ltmpt.ac.id.

Pendaftaran SBMPTN dibuka mulai 10 Juni hingga 24 Juni 2019. Penerimaan SBMPTN di beberapa Universitas menggunakan nilai hasil UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) yang telah dilakukan.

Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Joni Hermana mengatakan bahwa nilai UTBK sangat dibutuhkan untuk mendaftar SBMPTN. “Rekapitulasi nilai UTBK gelombang kedua juga sudah dikeluarkan sebagai acuan pendaftar untuk melihat posisi nilai UTBK-nya secara nasional,” urainya, Sabtu (8/6/2019).

Siswa pendaftar diimbau untuk jeli dalam memilih program studi yang diminati dan menyesuaikan dengan nilai UTBK yang sudah didapatkan. Selain itu, siswa pendaftar juga diharapkan untuk tetap tenang dalam membuka web guna akses mendaftar SBMPTN. Pasalnya seringkali pada hari-hari pertama pembukaan web sering down. Itu karena terlalu banyak pengkases.

“Tidak perlu panik atau buru-buru mendaftar. Sebab pendaftaran masih panjang sekitar dua minggu. Yang pasti peserta harus memenuhi syarat dan ketentuan untuk mendaftar agar bisa lolos,” terangnya.

Ia menegaskan, peserta yang sudah mendaftar duluan tidak berarti akan mendapat prioritas karena pendaftaran tidak mengenal kuota jadi walalupun daftarnya paling akhir di program studi tertentu, tetap bisa masuk.

Sementara itu, Ketua pusat UTBK Universitas Airlangga (Unair), Junalidi Khotib mengungkapkan bahwa yang perlu dicermati supaya peserta UTBK mendaftar di perguruan tinggi yang memang sesuai dengan passion dan kemampuan.

“Untuk passing grade SBMPTN, Unair hanya bisa memberikan ilustrasi berdasarkan tahun 2018. Namun hal ini bukan menjadi acuan tetap penerimaan grade tahun ini, karena sistem UTBK yang baru membuat siapapun bisa melihat nilainya dan menentukan prodi yang dimungkinkan untuk dimasuki,” urainya.

Di Unair, ada 3 cluster program studi, baik soshum maupun saintek. Untuk bisa lolos cluster A, nilai minimum 725, cluster B nilai minimum 625, dan cluster C nilai minimum 575. Pembagian cluster ini berdasarkan kompetisi dan ketetatan.

Cluster A ini seperti prodi Pendidikan Dokter, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Akuntansi dan sebagainya. Cluster B seperti Ilmu Ekonomi, Sastra Inggris, Ilmu Hukum, Kimia, Fisika, Kesehatan Masyarakat dan sebagainya Sedangkan Cluster C seperti Ilmu Sejarah, Bahasa dan Sastra Indonesia, Antropologi dan sebagainya.

Nilai itu, kata Juniadi, diambil dari pengalaman SBMPTN pada tahun 2018. Tahun 2019 ini, kemungkinan ada geseran di masing-masing program studi. Namun, angka tersebut bisa menjadi acuan peserta yang akan mendaftar SBMPTN tahun ini.

“Dalam penerimaan mahasiswa, masing-masing program studi memiliki spesifikasi tertentu. Calon mahasiswa harus mempertimbangkan betul nilai-nilai yang didapat dalam setiap sub-tes, sehingga sesuai dengan prodi yang dituju,” tambahnya

Misalnya, untuk program studi kedokteran, nilai yang akan diambil adalah nilai potensi skolastik, biologi, kimia. Sementara untuk prodi ilmu komputer, nilai yang akan diambil adalah potensi skolastik, matematika dan fisika.

Semua peserta yang mendaftar SBMPTN akan diranking. Ranking tertinggi pasti akan diambil sesuai kuota masing-masing program studi.

Selain itu, siswa harus melihat data statistik nasional. Dengan statistik nasional dia bisa melihat rata-rata nilai di tingkat nasional. Data tersebut dapat dilihat di laman LTMPT. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar