Pendidikan & Kesehatan

1 Ruang untuk Siswa 2 Kelas, Disdik Janji Rehab SDN Sendir Lenteng

Sumenep (beritajatim.com) – Pasca ambruknya tiga ruang kelas SD Negeri Sendir, Lenteng, Kabupaten Sumenep, kegiatan proses belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut, dilakukan dengan kondisi seadanya.

Tiga ruang kelas yang tersisa, masing-masing diberi sekat pembatas. Dengan begitu, satu ruang bisa digunakan untuk dua kelas, meski hanya berbatas tripleks.

“Alhamdulillah, KBM di SDN Sendir Lenteng tetap berlangsung dengan baik. Ruang kelas yang ada dibagi dua,” kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Sumenep, Fajarisman, Rabu (30/01/2019).

Ia menuturkan, pembenahan ruang kelas tersebut dilakukan secara gotong royong antara warga dan dewan guru, dibantu dari kepolisian dan TNI serta aparat desa setempat.

“Termasuk saat membersihkan puing-puing bangunan yang roboh, dilakukan secara bergotong-royong,” ucapnya.

Akibat diguyur hujan deras disertai angin kencang, tiga bangunan kelas SD Negeri Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, roboh pada Senin (28/01/2019).

Dari tiga kelas itu, dua diantaranya rusak parah. Sedangkan satu ruang lagi, kerusakannya tidak terlalu parah. Beruntung musibah tersebut tidak menimbulkan korban. Murid-murid dipulangkan lebih awal dari biasanya, ketika pihak sekolah melihat ada tanda-tanda mengkhawatirkan di dinding bagian utara mulai retak.

“Pemerintah Daerah tahun ini akan membangun kembali ruang kelas SDN Sendiri Lenteng. Itu penting, karena menjadi ruang tempat proses belajar mengajar siswa,” ucap Fajarisman.

Namun ia belum bisa memastikan, dana yang akan digunakan untuk pemulihan bangunan SDN yang ambruk itu, karena saat ini masih dalam proses pembicaraan di internal pemerintah daerah.

“Kami masih mengakaji, rehab ruang kelas SDN Sendir itu apakah akan menggunakan dana APBD murni atau mendahului anggaran perubahan,” ucapnya. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar