Pendidikan & Kesehatan

Satu Dokter di Ponorogo Meninggal Karena Covid-19

Kadinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Insan medis di Ponorogo hari ini berduka. Pejuang medis atas nama, dr. Novita Rachmawati, dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo meninggal karena Covid-19.

“Beliau ada keluhan, kemudian dirawat,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Jumat (11/12/2020).

Irin, sapaan akrab Rahayu Kusdarini menceritakan bahwa tanggal 1 Desember lalu, dr. Novita ada keluhan dan langsung dirawat. Kemudian, tanggal 4 Desember yang bersangkutan dilakukan swab untuk pemeriksaan PCR. Selang sehari, hasilnya keluar dan dinyatakan positif Covid-19. “Usai diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, dr. Novita langsung dirujuk ke rumah sakit di Surabaya,” katanya.

Kemudian, pagi tadi sekitar pukul 04.30 WIB, yang bersangkutan meninggal dunia di rumah sakit di Surabaya. Keluhannya tanggal 1, tanggal 4 swab, tanggal 5 hasilnya keluar positif kemudian dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. “Beliau ini hamil 7 bulan, 2 hari yang lalu bayinya meninggal dalam kandungan kemudian dilahirkan. Ternyata beliau tadi pagi menyusul putranya untuk menghadap Allah swt, sekitar pukul 04 30 WIB,” tambahnya.

Terkait tertular dari mana, Irin tidak bisa memastikan, sebab virus juga tidak kelihatan. Almarhumah, diketahui kontak dengan banyak orang. Bisa saja dari pasien, bisa saja dari temannya atau dari keluarganya, pihaknya tidak tahu pasti. Rencananya, almarhumah akan dikebumikan di Sragen, Jawa Tengah. “Di rumah sakit, almarhumah bertugas di UGD,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar