Pendidikan & Kesehatan

Satria Tama Lulus Unitomo Tepat Waktu, Dapat Tawaran S2 Full Funded

Surabaya (beritajatim.com) – Satria Tama Hardiyanto yang biasa disaksikan berlaga di lapangan bola sebagai kiper Tim Nasional Indonesia hari ini tampil sebagai calon Sarjana Universitas Dr Soetomo atau Unitomo Surabaya, Rabu (25/9/2019).

Akan diwisuda pada 29 September 2019 mendatang, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik ini mengangkat ‘Kontribusi Madura United FC Dalam Peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Pamekasan’ sebagai judul skripsinya.

Selain menjadi kiper Timnas, Satria juga bermain berlaga bersama Madura United FC sejak 2017 silam. Menjadi mahasiswa administrasi publik, Satria dalam skripsinya ingin menunjukkan bahwa hadirnya Tim Madura United FC memberikan sumbang sih terhadap bertambahnya PAD.

Dalam skripsinya, Satria menunjukkan bahwa sejak tahun 2017 PAD Pamekasan mengalami peningkatan di lima sektor, yakni pajak hiburan, pajak restoran, pajak hotel, pajak reklame dan retribusi parkir. Pada tahun 2017, untuk pajak hiburan Madura United FC berkontribusi sebesar 1,5 persen dari PAD Pamekasan yakni sekitar Rp.36.845.871.303.00. Pada tahun 2018, untuk pajak hiburan kontribusi Madura United FC sebesar 0,44 persen dari PAD Pamekasan yakni sekitar Rp.163.640.118.924.

“Saya ingin menunjukkan bahwa hadirnya Madura United FC memberikan kontribusi kepada PAD Pamekasan. Karena saya juga berlaga untuk Madura United saya rasa kedekatan ini lah yang memicu saya untuk menggarap skripsi ini,” ungkap pria kelahiran 23 Januari 1997 ini, kepada beritajatim.com, Rabu (25/9/2019).

Selain itu pun, ia juga memberikan temuan serta saran kepada Pemerintah Pamekasan terkait pajak dan PAD, yakni pajak retribusi parkir yang belum benar-benar diperhatikan dan diperhitungkan secara maksimal.

“Selama ini retribusi parkir belum benar-benar diperhitungkan oleh pemerintah. Padahal retribusi parkir itu juga memberikan kontribusi finansial yang lumayan jika benar-benar diperhatikan,” tambahnya.

Anak terakhir dari tiga bersaudara ini pun mengatakan bahwa selama proses pengerjaan skripsi ini ia hanya membutuhkan waktu satu semester. Satria Tama mengerjakan skripsi ditengah tengah padatnya kegiatan yang ia lakoni sebagai pemain sepakbola kebanggaan bangsa.

Ia mencari data ke Kantor Administrasi Pamekasan diwaktu senggang usia bermain bersama Madura United FC. Berkat ketekunannya, ia pun berhasil menyelesaikan masa kuliahnya tepat waktu dengan IPK 3.30.

“Saya mencari data saat Madura United main di Pameskasan. Di waktu senggang saya mencari data. Alhamdulillah saya dibantu oleh official Madura United untuk pencarian data tersebut,” katanya.

Bantuan dan dukungan dari Official Madura United selama pengerjaan skripsi pun berupa pendampingan saat mencari data dan link informasi.  Menurutnya tanpa bantuan tersebut, ia akan merasa kesulitan.

“Yang sulit itu saat mencari bertemu siapa siapanya itu loh. Untung dari official saya dibantu mengenalkan kepada siapa saya harus mencari data. Jadi Alhamdulillah semua dimudahkan,” ungkapnya.

Satria Tama juga memberikan tips bagaimana ia bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu disaat kesibukannya sebagai atlet. Ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah tidak ada prioritas lain selain prioritas nomer satu.

“Saya menganggap semua hal itu penting, pendidikan, kegiatan dan karir saya menjadi atlet adalah prioritas nomer satu. Tidak ada yang kedua, semua prioritas nomer satu. Jadi kalau semua dianggap nomer satu maka semua bisa diraih berbarengan,” tukasnya dengan bangga.

Idealisme yang dimiliki oleh Satria Tama diakuinya berasal dari pendidikan moral yang ditanamkan orang tuanya selama ini. “Ibu dan ayah saya selalu mengajarkan bahwa pendidikan harus tetap jalan apapun kegiatannya karena pendidikan adalah bekal masa depan,” kenang Satria.

Pria kelahiran Sidoarjo ini dengan tekat kuat dan keuletan dalam menempuh pendidikan, tidak melupakan tugas-tugas kelas meskipun ia disibukkan dengan aktivitas sepakbola di dalam dan luar negeri.

“Saya selalu mengerjakan tugas kuliah di waktu senggang, meskipun tidak sedang di Surabaya. Jadi kalau ada pertandingan diluar kota atau di luar negeri saya menyempatkan diri untuk memeriksa materi dan menyelesaikan tugas yang dikirimkan via email oleh dosen-dosen,” terangnya.

Selama kuliah, Satria mengatakan bahwa dirinya dibantu oleh dosen-dosen dalam perkuliahannya, dengan video conference dan materi email. Sebagai atlet kebanggaan bangsa, Satria memang diberikan treatment khusus dalam menempuh studinya.

“Alhamdulillah segala proses akademik Satria berjalan dengan lancar. Dari lembaga pun memberikan treatment khusus sebagai pengganti kegiatan luar kampus,” ungkap Wakil Rektor 1. Dr Siti Marwiyah.

Selain itu, Satria juga mendapat tawaran dari Unitomo untuk beasiswa Prestasi S2. Program Beasiswa Prestasi ini juga termasuk kelas profesial Blinded Learning, yakni Pembelajaran Tatap Maya melalui Video Conference dan Materi Website.

“Kalau Satrianya mau, besok waktu wisuda kami akan berikan langsung KTM dan NIM langsung untuk Satria S2. Beasiswanya full funded dan Blinded Learning. Tapi semua tergantung Satria,” ungkap Siti.

Mendapatkan tawaran S2 gratis, Satria mengatakan masih ingin menikmati gelar S1-nya. “Memang saya ada keinginan untuk S2 tetapi saat ini saya nikmati dulu predikat S1 nya,” ujarnya sambil tersenyum. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar