Pendidikan & Kesehatan

Satgas Ponorogo Data Penyintas Covid-19 untuk Lakukan Donor Plasma

Sekda Ponorogo Agus Pramono (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Masifnya angka kasus positif di Ponorogo, membuat satgas penanggulangan Covid-19 setempat berputar otak untuk mendorong kasus kesembuhan. Salah satu opsi yang dipakai, yakni tranfusi plasma konvalesen.

Ya, plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Kemudian plasma tersebut diproses atau diolah agar dapat ditranfusikan kepada pasien yang terinfeksi atau sedang menjalani perawatan. Plasma tersebut mengandung antibodi dari pendonor atau penyintas Covid-19.

 

“Tranfusi plasma konvalesen  ini merupakan salah satu harapan untuk kesembuhan. Sebab, plasma tersebut swbagai terapi dan membantu pemulihan pasien Covid-19 yang belum sembuh,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Kamis (1/7/2021).

Yang menjadi kendala, ketersediaan plasma konvalesen di Ponorogo belum ada. Sebab, di bumi reyog belum bisa mengambil sekaligus mengolah plasma darah dari penyintas Covid-19. Hal itu dikarenakan, tidak semua daerah memilik alat untuk pengolahan plasma darah penyintas Covid-19 tersebut. Termasuk di Ponorogo juga belum memilikinya.

“Sayangnya, kami belum punya piranti alat untuk pengolahan plasma darah penyintas Covid-19 ini,” kata pejabat yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Kadinkes Ponorogo.

Meskipun begitu, Agus Pram panggilan akrab Agus Pramono mengatakan pihaknya tidak akan patah arang. Untuk menyiasati tidak adanya alat pengolahan plasma itu, dirinya memilih untuk menukar pendonor penyintas Covid-19 untuk mendapatkan satu kantong plasma konvalesen.

“Ambil satu kantong plasma konvalesen ditukar dengan satu pendonor penyintas Covid-19,” ungkapnya.

Satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo saat ini melakukan pendataan bagi calon pendonor. Tercatat sudah ada 25 nama, untuk dilakukan pemeriksaan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Mereka baka dikirim ke kabupaten atau kota yang sudah memiliki alat pengolahan plasma konvalesen. Seperti ke Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Surabaya dan Gresik.

“Tulungagung, Kota Kediri, Kota Blitar, Surabaya, Gresik merupakan daerah yang memiliki alat pengolahan. Sehingga para pendonor plasma darah akan dikirim ke kota/kabupaten tersebut,” katanya.

Pendonor tidak akan dikenakan biaya apapun. Sebab, pemerintah bakal memfasilitasi penuh bagi penyintas Covid-19 yang bersedia diambil darahnya.
Biaya operasional dan pengiriman plasma darah akan dianggarkan di penanggulangan Covid-19.

“Biayanya dikisaran Rp 2-3 juta, diambilkan dari anggaran Covid-19. Semoga langkah ini menjadi salah satu solusi kesembuhan di Ponorogo,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar