Pendidikan & Kesehatan

Satgas Gabungan Klaster Pondok Bubar, Personel Wajib Rapid Test

Banyuwangi (beritajatim.com) – Tugas para relawan yang bekerja memenuhi kebutuhan logistik dan konsumsi di dapur umum resmi berakhir. Termasuk para tenaga kesehatan yang selama ini standby di lokasi.

Kondisi ini menyusul masa karantina santri pondok pesantren Darussalam Blokagung Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari berakhir.

Meski demikian, sebelum meninggalkan dapur umum, seluruh relawan baik dari BPBD, Tagana, Dinas Sosial, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan wajib menjalani rapid test.

“Seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja dan relawan yang membantu di dapur umum, wajib rapid test,” kata dr. Widji Lestariono, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi saat mendampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau lokasi dapur umum di Blokagung Banyuwangi, Sabtu (12/9/2020).

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih atas dukungan dan tugas para satgas dan relawan.

“Tenaga dan pikiran, mayoritas tenaga kesehatan, cadangan APBD, dicurahkan ke untuk membantu penanganan di sini,” imbuh Anas.

Termasuk, kata Anas, tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas yang bergiliran membantu, TNI dan Polri, Camat, Lurah, dan seluruh relawan yang bekerja di dapur umum.

“Kami semua sangat berterima kasih. Juga kepada para pengasuh pesantren, para santri, dan keluarga santri yang semuanya dengan penuh kesabaran mendukung dan menjalani proses ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan,” kata Anas.

“Kami juga ucapkan terima kasih yang besar kepada Kementrian Kesehatan dan jajarannya serta Ibu Gubernur Jatim dan jajarannya yang sigap menangani klaster ini. Alhamdulillah, dengan sinergi dari semua yang pihak yang saling mendukung akhirnya santri-santri ini bisa melewati masa-masa karantina dengan baik dan akhirnya bisa dinyatakan sembuh,” pungkas Anas. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar