Pendidikan & Kesehatan

Satgas Covid NU Jember: Istilah OTG Cenderung Membingungkan

Foto ilustrasi virus Corona

Jember (beritajatim.com) – Penggunaan istilah orang tanpa gejala (OTG) cenderung membingungkan warga. Apalagi jumlah OTG di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kian meningkat.

Terakhir pada 18 Mei 2020, jumlah OTG menembus 419 orang. “Definisi OTG adalah orang yang bertemu atau berkomunikasi dengan orang yang terpapar. Apa bedanya dengan ODP (Orang dalam Pemantauan)?” kata Ketua Satuan Tugas Covid-19 Nahdlatul Ulama Jember Ayub Junaidi, dalam rapat dengar pendapat mengenai penanganan Covid-19, di gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (19/5/2020) malam hingga Rabu (20/5/2020) dini hari.

“Menurut pemahaman kami, orang tanpa gejala adalah orang yang positif saat di-rapid test, tapi tidak menunjukkan gejala apapun, baik batuk, pilek, dan sebagainya. Kalau seperti itu, ada 400 lebih OTG di Jember. Itu menakutkan,” kata Ayub.

Ayub tak ingin ada kerancuan informasi. “Karena situasi di bawah, masyarakat belum paham, orang yang kena Covid-19 dikucilkan. Ini yang seharusnya pemerintah daerah memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa siapapun bisa terpapar Covid,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini menegaskan, OTG dan ODP berbeda. “Kalau ODP, sudah ada gejala. Minimal ada demam atau riwayat demam, atau gangguan pada sistem pernapas seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk. Mulai ada gejala dari perjalanan penyakit. Sedangkan OTG sama sekali tidak ada gejala,” katanya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar