Pendidikan & Kesehatan

Satgas Covid-19 Kota Mojokerto Terlusuri Kluster Lingkungan Sidomulyo

Mojokerto (Beritajatim.com) – Satgas Covid-19 Kota Mojokerto masih melakukan penelusuran terkait empat warga yang meninggal dan lima warga Lingkungan Sidomulyo Gg 4, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto positif Covid-19. Yakni penyebaran Covid-19 dari mana.

Person In Charge (PIC) Komunikasi Publik Vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, beberapa warga mengalami keluhan gejala yang diidentifikasi gejala-gejala Covid-19. “Ada empat warga meninggal, dua hasil swab belum keluar,” ungkapnya, Selasa (15/6/2021).

Masih kata Gaguk, dari hasil tracing lima warga dinyatakan positif Covid-19 sehingga dievakuasi ke Rusunawa Cinde. Yakni H seorang laki-laki berusia 59 tahun, S seorang laki-laki berusia 31 tahun, K seorang perempuan berusia 41 tahun dan S seorang perempuan berusia 67 tahun dan A seorang laki-laki berusia 41 tahun.

“Sehingga kita lakukan tracing, sebanyak 39 warga dilakukan swab kemarin. Hari ini, sebanyak 39 warga kita evakuasi ke RSU dan Rusunawa untuk upaya isolasi. Kita bagi menjadi dua kelompok, yang memiliki gejala menengah atau berat maka kita evakuasi ke RSU. Bagi yang memiliki gejala ringan kita evakuasi ke Rusunawa,” katanya.


Gaguk menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga mendirikan Dapur Umum (DU) untuk mensuplai makanan kepada warga di Lingkungan Sidomulyo Gg 4. Satgas Covid-19 Kota Mojokerto masih melakukan penelusuran penyebaran Covid-19 di Lingkungan Sidomulyo Gg 4.

“Ini tidak mudah, karena kita juga harus mencari perjalanan sebelumnya mereka dan ditarik ke belakang. Mereka beraktivitas dengan siapa saja, bertemu dengan siapa saja karena saya mendengar sebelumnya ada aktivitas di luar. Ini harus kita telusuri dengan siapa saja, tim masih bekerja, untuk mencari akarnya,” jelasnya.

Gaguk menyebutkan, kasus Covid-19 di Lingkungan Sidomulyo Gg 4 merupakan kluster lingkungan. Dua minggu sebelumnya, warga terlibat program bersih-bersih gorong-gorong dan pasca kegiatan tersebut sejumlah warga mengeluhkan sakit yang sama. Seperti mual, pusing, sesak dan tidak bisa tidur.

“Saya tidak tahu bentuk kegiatannya tapi bisa jadi dari sini (penularan, red). Yakni terjadi dalam suatu lingkungan dengan jumlah yang banyak, itu yang paling menonjol dan menimbulkan tingkat kematian. Ada beberapa yang sudah hasilnya keluar dan ada yang meninggal. Lingkungan Sidomulyo Gg 4 kita lockdown,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar