Pendidikan & Kesehatan

Satgas Covid-19 Kota Malang Ingatkan 3 M ke Demonstran Saat Unjuk Rasa

Aksi unjuk rasa menolak demo anarkis di Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Gelombang demonstrasi di Kota Malang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada Kamis, 8 Oktober lalu demonstran menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja berakhir rusuh di kawasan Alun-alun Tugu, Kota Malang.

Demonstran saat itu terlibat bentrok dengan polisi dan melakukan sejumlah pengerusakan ke fasilitas umum dan fasilitas milik pemerintahan. Satu mobil Satpol PP dibakar, dan empat motor Dinas Polresta Malang Kota dibakar. Polisi menyatakan, kerusuhan yang terjadi karena demo mahasiswa dan buruh disusupi kelompok tertentu.

“Kericuhan kemarin, bukan dilakukan oleh mahasiswa maupun buruh. Tetapi aksi mereka telah disusupi,” kata Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, Selasa, (13/10/2020).

Aksi anarkis dan kericuhan itu mendapat respon dari Aliansi Relawan Malang. Mereka menentang segala tindakan anarkis yang dilakukan di Kota Malang. Aliansi Relawan Malang menilai menyampaikan pendapat di muka umum diperbolehkan oleh konstitusi namun aksi anarkis dan rusuh ditentang keras karena merugikan banyak pihak.

Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, paling diwaspadai dari gelombang demonstrasi adalah munculnya transmisi penularan Covid-19. Untuk itu, Satgas Covid-19 mengingatkan pentingnya penerapan 3 M. Yakni, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

“Ini yang harus kita waspadai bersama, kerumunan, tidak pakai masker, tidak ada jaga jarak. Kami tetap memberikan edukasi kepada warga terkait dengan protokol kesehatan dan kita tetap mengingatkan kalau ada rasa tidak enak di badan, maka secepatnya ke fasilitas kesehatan terdekat,” tandas Husnul. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar