Pendidikan & Kesehatan

Satgas Covid-19 Desa Dukuh Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Kediri (beritajatim.com) – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih menggelar Pembekalan dan Pelatihan Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 se-Kecamatan Ngadiluwih di Mapolsek Ngadiluwih. Pelatihan diikuti relawan, modin desa, dan calon Satgas Desa se-Kecamatan Ngadiluwih.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 (BPD) Dukuh, Alan Salahudin mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kesiapan desa-desa di Ngadiluwih dalam menghadapi pandemi. Apalagi, beberapa kasus terakhir, banyak masyarakat yang takut dan waswas saat melakukan pemulasaran jenazah Covid-19.

“Untuk pasien covid-19 Isoman (Isolasi Mandiri) dan meninggal di rumah, Satgas Desa yang bertugas mulai dari memandikan sampai menguburkan. Itu sebabnya diadakan pelatihan pemulasaraan jenazah tersebut,” ujar Alan Salahudin.

Menurutnya, melalui pelatihan tersebut diharapkan bisa memberi pengetahuan yang benar dalam penanganan jenazah Covid-19. Sehingga tidak terjadi kesalahan yang justru akan membahayakan diri relawan, pihak keluarga maupun masyarakat sekitar. Sementara itu, materi Bimtek dimpimpin langsung Ketua Satgas Drs. Manon Kusiroto.

“Semuanya harus dilakukan dengan aman sesuai dengan protap pemulasaran jenazah Covid-19,” katanya.

Dikatakan, Covid-19 ini memiliki karakteristik tersendiri. Karenanya dibutuhkan sebuah pengetahuan yang benar dalam menanganinya. Mulai dari serah terima dari rumah sakit, pengangkutan di mobil ambulan hingga prosesi pemakaman.

“Karena berisiko, dipakai alat pelindung diri (APD). Seperti baju hazmat, sarung tangan khusus, sepatu, masker dan penutup wajah. Meskipun APD tersebut sangat standar ukuran desa,” katanya.

Dalam kasus Covid-19, lanjutnya, keselamatan masing-masing personel akan menjadi penting untuk keselamatan orang lain. Selain itu, masyarakat juga harus mendapatkan informasi yang benar terkait Covid-19 termasuk masalah-masalah penanganan jenazahnya.

Sejak awal kemunculan Covid-19, Desa Dukuh langsung membentuk satgas melalui Kepala Desa setempat Moch. Djunaidi Setiawan. Adapun tugas, pokok dan fungsinya adalah melayani seluruh masyarakat Desa Dukuh, baik yang terpapar corona ataupun meninggal dengan pelayanan sesuai protokol kesehatan.

Satgas melayani dan mengawasi bagi masyarakat yang melakukan Isoman di rumah dengan membantu segala bentuk kebutuhan selama Isoman Di Rumah.

“Munculnya satgas ini atas dasar pedulikan para relawan dalam membantu setiap pasien yang terpapar Covid-19. Sehingga dapat bersinergi dengan Satgas yang ada di tingkat kecamatan maupun Gugus Tugas di Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Tak heran apabila Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Dukuh akhirnya berhasil menyabet juara pertama tingkat Kabupaten Kediri. Satgas Covid-19 Desa Dukuh telah melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona.

Diantaranya, melalui kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di rumah-rumah dan jalan desa, pembagian 8 ribu batang sabun antiseptik serta memberikan edukasi masyarakat tentang Covid-19.

“Bimtek ini adalah satu-satunya yang dilaksanakan di Kabupaten Kediri bahkan Tingkat Nasional. Pertama kali dilaksanakan,” tutup Alan. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar