Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Santri Tebuireng Jombang Jadi Pelopor Penanggulangan Covid-19

Santri Tebuireng Jombang saat dialog dengan tema Covid-19 melalui podcast yang disiarkan melalui chanel YouTube, Kamis (12/8/2021) malam

Jombang (beritajatim.com) – Hawari Rifqi, pengurus Pondok Pesantren (PP) Tebuireng Jombang mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 pengetatan di lakukan di pesantren yang didirikan pada 1899 itu. Protokol kesehatan (prokes) diterapkan guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Selama pandemi, aturan sesuai prokes diterapkan dengan ketat, seperti kunjungan keluarga santri maupun segala aktifitas yang dilakukan di dalam pesantren. Penerapan prokes dan 3M harus dilakukan. Selebaran dan semua tempelan untuk patuh prokes diterapkan di berbagai sudut pesantren,” katanya.

Hawari mengakui penerapan prokes dan penanggulangan covid-19 lebih kompleks, karena pesantren diisi oleh anak-anak hampir dari seluruh Indonesia. Namun ia yakin, dukungan dari banyak pihak dapat membantu pesantren turut menjadi pelopor penanggulangan pandemi.

Pernyataan pengurus PP Tebuireng Jombang ini diungkapkan dalam bincang podcast yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Tebuireng Online pada Kamis malam (12/8/2021). Acara berlangsung selama dua jam dan diakhiri dengan komitmen bersama oleh santri dan pengurus pesantren untuk serentak mendorong vaksinasi dan ketaatan terhadap protokol covid-19. Duet salawat Sharla Martiza dan Farhan Ishaki menjadi penutup acara dialog tersebut.

Sharla Martiza, influencer muda dari Jombang, santri-santri muda Tebuireng mendapat persetujuan Satgas Covid-19 untuk menggelar bincang podcast itu. Dengan dukungan Akatara Jurnalis Sahabat Anak dan Unicef, podcast mengusung tema “Santri Tebuireng Bincang Covid-19”.

Dalam podcast tersebut, Sharla sebagai remaja 17 tahun miris dengan tingginya kasus Covid-19 dan banyak anak jadi korban. Karenanya, ia mengajak seluruh kalangan remaja untuk turut mematuhi protokol kesehatan dan giat mendukung program vaksinasi.

“Sampai hari ini penularan Covid-19 masih tinggi. Apalagi varian baru semakin menular, makanya ayo semua kita harus patuh dan tetap menerapkan 3M,” kata Sharla.

Sharla bersyukur karena dia berada di lingkungan keluarga yang mendukung vaksin dan prokes. Ia berharap, seluruh keluarga di Indonesia juga memberi dukungan kepada anak-anaknya melalui upaya-upaya yang dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi.  Dari 3M yang ada, Sharla menambahkan satu M, yakni menyetop ngopi-ngopi di luar.  “Menahan ngopi di luar, jadi ngopinya lewat Vidio call aja dulu,” tutur Sharla.

Farhan Ishaqi, salah satu santri Ponpes Tebuireng Jombang mengatakan, para santri di pesantren memang jumlahnya cukup banyak. Dengan penerapan prokes yang benar, ia yakin upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di pesantren bisa dilakukan.

Ia menyayangkan masih ada pihak-pihak yang menolak vaksin. Sehingga ia menyarankan agar pemerintah lebih gencar lagi mensosialisasikan vaksinasi khususnya di lingkungan pesantren.
“Vaksin itu penting menurut saya, karena tidak ada cara lain lagi selain taat prokes dan vaksin. Jika kita bisa mencegah kerusakan yang lebih parah melalui vaksin ini, kenapa tidak. Saya juga sudah vaksin,” tegasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar