Pendidikan & Kesehatan

Santri Sidogiri Jalani Rapid Test di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 108 santri Pondok Pesantren Sidogiri, menjalani pemeriksaan kesehatan berupa rapid test antisipasi Covid-19 di Mandhepa Agung Ronggosukowati Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Rabu (15/7/2020).

Pemeriksaan para santri yang menimbah ilmu di pesantren salaf, dilakukan dalam rangka mengantisipasi sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren. Khususnya saat mereka kembali nyantri ke pesantren yang berada di wilayah Pasuruan, Jawa Timur.

“Rombongan kedua ini merupakan para santri tingkat Tsanawiyah (Sekolah Menengah Pertama), terdiri dari sebanyak 103 santri yang dibagi dalam beberapa bus yang sudah kita siapkan,” kata Wakil Ketua Alumni Santri Sidogiri, KH Muhammad Idris.

Diakuinya, rombongan tersebut merupakan susulan dari rombongan pertama yang memberangkatkan sebanyak 99 santri tingkat Aliyah (Sekolah Menengah Atas), Rabu (1/7/2020) lalu. “Untuk pemberangkatan tahap pertama lalu total sebanyak 99 santri, sebagian besar dari tingkat Aliyah,” ungkapnya.

“Dengan pemberangkatan rombongan kedua ini, saat ini tinggal rombongan terakhir khususnya bagi santri tingkat Ibtidaiyah (Sekolah Dasar), insya’ Allah dijadwakan berangkat pada 22 Juli 2020 mendatang,” jelasnya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pamekasan, Mohammad Tarsun menyampaikan proses pemeriksaan kesehatan para santri dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Jadi proses pemberangkatan para santri ini tetap kita terapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, cuci tangan hingga jaga jarak. Selain itu, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara langsung dari tim medis Dinas Kesehatan Pamekasan,” kata Tarsun.

Selain itu, upaya memfasilitasi para santri dalam proses pemberangkatan melalui program rapid test, diharapkan dapat meminimalisir sekaligus mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Proses rapid test ini sebagai upaya untuk memastikan para santri yang kembali ke pesantren bebas dari Covid-19,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar