Pendidikan & Kesehatan

Tingkatkan Budaya Literasi di Pesantren

Santri Bata-Bata Digembleng Materi Jurnalistik

Pamekasan (beritajatim.com) – Puluhan santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, digembleng ilmu kepenulisan melalui kegiatan Diklat Jurnalistik yang digagas Lembaga Pengembangan Jurnalistik di Aula Perpustakaan Al-Majidiyah, Kompleks pesantren di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Kegiatan yang digagas salah satu lembaga di lingkungan pesantren, digelar dalam rangka memberikan pemahaman bagi para santri tentang beragam materi kepenulisan maupun karya jurnalistik. Di antaranya meliputi materi cerpen, essay, feature, opini hingga teknik penulisan berita, mulai dari media cetak, elektronik dan online.

Bahkan panitia pelaksana juga menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang masing-masing, sebagian besar di antara mereka merupakan alumni pesantren Bata-Bata. Dilaksanakan secara maraton dalam waktu sepekan terakhir, terhitung sejak Kamis hingga Sabtu (17-26/9/2020).

“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon positif dari para santri, dibuktikan dengan banyaknya santri yang ikut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan yang digelar dalam sepekan terakhir. Sekalipun jumlah pendaftar kami batasi dengan adanya pandemi Covid-19,” kata Panitia Pelaksana Diliat Jurnalistik, Moh Sholehuddin, Minggu (27/9/2020).

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jurnalistik Bata-Bata, Ma’ruf yang menilai kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi para santri, khususnya peserta diklat agar dapat mengkomparasikan pengetahuan agama dan literasi.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membangkitkan ghiroh (semangat) para santri untuk menulis, sekaligus dapat meningkatkan semangat literasi di lingkungan pesantren. Terlebih kami meyakini jika para santri memilik skill dan kemampuan untuk meningkatkan budaya literasi,” ungkap Ma’ruf.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berpesan kepada panitia pelaksana agar menindak lanjuti kegiatan diklat jurnalistik yang diadakan selama sepekan terakhir. “Sebelumnya kami juga sempat berpesan kepada panitia pelaksana agar melakukan follow up terhadap kegiatan ini, sehingga materi yang disampaikan tidak hilang begitu saja,” jelasnya.

“Dari itu sangat penting agar kegiatan ini ditindak lanjuti, sekaligus memberikan pendampingan bagi para peserta untuk selalu memiliki semangat untuk menulis. Tentunya juga agar bisa selalu menjadikan literasi sebagai budaya khususnya di lingkungan pesantren,” pungkasnya. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar