Pendidikan & Kesehatan

Sanksi Perguruan Tinggi Nakal Berimbas ke Mahasiswa

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo menyebutkan sanksi yang diberikan kepada perguruan tinggi nakal selama ini masih berimbas kepada mahasiswa.

“Kami terus mencari jalan keluar terkait sanksi terhadap perguruan tinggi nakal agar tidak berimbas kepada mahasiswa,” ujarnya saat di Bojonegoro, Sabtu (2/11/2019).

Pelanggaran yang sering dilakukan oleh perguruan tinggi diantaranya tidak melakukan perpanjangan akreditasi prodi yang sudah habis masa berlakunya. Padahal jika perguruan tinggi tidak memiliki akreditasi aktif maka secara aturan tidak bisa mengeluarkan ijazah.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Dalam peraturan tersebut menyebut hanya perguruan tinggi terakreditasi yang bisa mengeluarkan ijazah. “Maka, kampus yang tidak ada akreditasi prodinya ijazah yang dikeluarkan tidak sah,” jelasnya.

Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto juga menilai bahwa banyaknya perguruan tinggi yang mulai berkembang di Bojonegoro harus mentaati aturan yang ada. Sehingga tidak merugikan mahasiswa. “Sehingga jika ada mahasiswa yang akan menggunakan ijazahnya untuk persyaratan pendaftaran CPNS tidak ada kendala,” terangnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar