Pendidikan & Kesehatan

Pemkab Jombang Rangkul Tokoh Agama

Sampaikan Pesan Pencegahan Covid-19 Lewat Khutbah Jumat

Foto ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Pemkab Jombang merangkul berbagai organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19. Hal itu menyusul meningkatnya status penyebaran Covid-19 di Jombang, dari zona oranye ke zona merah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang Ahmad Jazuli, Rabu (2/12/2020) menjelaskan, usai ditetapkannya Jombang menjadi zona merah, pihaknya melakukan kordinasi yang melibatkan Satgas Covid, Forkopimda, NU (Nadhlatul Ulama), Muhammadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), MUI (Majelis Ulama Indonesia), Kemenag, serta tokoh agama.

Nah, melalui organisasi dan tokoh agama itulah pesan pencegahan Covid akan dilakukan. “Semisal tokoh agama yang menjadi khotib Jumat, bisa menyampaikan pesan pencegahan Covid melalui khutbah. Juga melalui forum-forum pengajian,” kata Ahmad Jazuli.

Selain upaya tersebut, lanjut Jazuli, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang penting pencegahan Covid. Di antaranya pembagian masker ke masyarakat, kemudian pembentukan pasar tangguh, serta terus melakukan sosoalisasi 3M (menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker).

“Artinya kita sudah melakukan ikhtiar. Kita berikan masker ke masyarakat, kita lakukan operasi yustisi. Nah, kemarin kita melakukan kordinasi dengan melibatkan tokoh agama, NU, Muhammadiyah, MUI, serta Kemenag. Kita berharap pesan pencegahan Covid ini juga disampaikan lewat forum pengajian dan khutban Jumat,” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan laman di Dinas Kesehatan Jombang, Rabu (2/12/2020) pukul 14.00 WIB, jumlah pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini jumlah kumulatif positif Covid mencapai 1597 orang. Dari jumlah itu, 1281 sembuh, kemudian 142 orang dirawat, serta 174 orang meninggal. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar