Pendidikan & Kesehatan

Sampah Medis di Bojonegoro Belum Semua Dimusnahkan dengan Incinerator

Foto: Ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tidak semua sampah medis baik bekas penanganan pasien Covid-19 maupun umum dimusnahkan dengan menggunakan mesin incinerator.

Incinerator merupakan mesin penghancur limbah atau sampah yang menggunakan metode pembakaran dengan sistem terkontrol dan terisolir terhadap lingkungan sekitar.

Di Kabupaten Bojonegoro, fasilitas kesehatan yang menghancurkan limbah medis menggunakan incinerator dan sudah mendapat izin dari KLHK hanya ada dua yakni di RSUD Bojonegoro dan RSUD Padangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Hanafi mengatakan, limbah medis baik pasien umum maupun pasien Covid-19 menjadi tanggung jawab rumah sakit dan Puskesmas masing-masing.

“Sedangkan rumah sakit dan puskesmas yang belum punya incinerator dikirim ke PT Putra Restu Ibu Abadi (Pria) Mojokerto,” ujar Hanafi, Selasa (12/1/2021).

Pemilihan lembaga yang mengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) itu menurut Hanafi, merupakan kerja sama langsung antara fasilitas kesehatan dengan pihak perusahaan. “Kerjasamanya tidak melalui DLH,” jelasnya.

Sementara Humas RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Thomas Djaja mengungkapkan, pemusnahan limbah medis atau B3 dilakukan setiap hari dengan menggunakan mesin incinerator. “Pemusnahannya dilakukan setiap hari,” jelasnya. [lus/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar