Pendidikan & Kesehatan

Sambut Hari Ibu, Siswa MTsN 6 Malang Bagi 1000 Bunga

Malang (beritajatim.com) – Diiringi lantunan lagu Bunda dari Melly Goeslaw, tangis haru bercampur rasa bahagia terpancar dari para siswa-siswi MTsn 6 Malang dan sang ibunda, Kamis (19/12/2019).

Siswa-siswi dari kelas VII, VIII, IX tersebut sengaja dipertemukan dengan sang ibunda dalam peringatan Hari Ibu yang digelar MTsN 6 Malang di Kampung Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam tema ‘Ibu-ibu kampung berdaya, siswa belajar bahagia, Indonesia maju sejahtera’, MTsN 6 Malang menggagas 1.000 pot destinasi persembahan untuk ibu sekaligus menggelar penyerahan buku rapor di Kampung Blobo.

“Sesuai dengan instruksi mas Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, red) belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tapi juga bisa di luar kelas. Persembahan 1.000 pot destinasi untuk bunda, sekaligus rapor untuk bunda tercinta. Ini sebuah pengalaman berharga bagi mereka, semoga sangat ternilai. Rapor di kampung, di jalanan ini belum pernah terjadi, ini sebuah catatan sejarah di Indonesia,” kata Kepala MTsN 6 Malang, Dr Sutirjo Mpd.

Sutirjo menyampaikan sejumlah pesan-pesannya kepada para siswa-siswi pada momentum Hari Ibu pada 22 Desember nanti. Pesan Sutirjo, bahwa anak-anak selayaknya harus selalu berbakti kepada orangtuanya.

“Bersama ibu-ibu kalian menyambut hari yang istimewa, peringatan Hari Ibu yang dirayakan dengan aksi nyata. Dikemas secara cantik. Semoga ini bisa menginspirasi bangsa Indonesia. Teruslah berkarya, berbuat, dan berubah, yang tentunya bagian dari ikhtiar untuk maju. Dimensi peringatan Hari Ibu ini menggambarkan peran ibu yang kuat. Ibu milenial itu punya peran yang luas, tidak hanya di dapur saja, bisa jadi apapun,” tuturnya.

Sutirjo menjelaskan, adapun makna dibalik peringatan Hari Ibu tersebut adalah selain sebagai penghargaan bagi para ibu, juga wujud cinta lingkungan para siswa-siswi MTsN 6 Malang.

“Selain sebagai penghargaan, juga sebagai bentuk cinta lingkungan. Artinya, kalau anak dan ibunya sehat, maka cara berpikirnya akan cerdas. Jadi anak-anak ini tidak perlu disekat, anak butuh sensasi, kita geser, tapi pesannya agar berpikir kreatif, tidak hanya di kelas, tapi dimanapun,” pungkasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar