Pendidikan & Kesehatan

Saat PSBB, Restoran di Malang Layani Makan Ditempat Bakal Disegel

Koordinasi Pemkot Malang dengan rektor perguruan tinggi di Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Malang Raya dalam waktu dekat akan segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Apalagi Menkes RI telah menerbitkan surat keputusan PSBB untuk Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang.

Namun, belum diketahui efektif kapan PSBB resmi diterapkan, sebab Pemda di Malang Raya masih menyusun Perwali dan Perbup masing-masing daerah. Di Kota Malang salah satu yang dimasukan Perwali adalah sanksi tegas bagi rumah makan yang nekat melayani makan di tempat selama masa PSBB diterapkan.

“Untuk warung makan yang tidak melaksanakan take away (bawa pulang) akan diberi stiker dan disegel dengan Satpol PP Pemkot Malang. Karena tidak boleh makan di tempat saat PSBB diterapkan,” ujar Seketaris Daerah Kota Malang, Wasto, Selasa, (12/5/2020).

Wasto mengatakan, rumah makan yang melanggar siap-siap bakal disegel oleh Satpol PP. Setelah di segel tetap nekat melayani makan di tempat maka sanksi tegas yang disiapkan adalah mencabut izin operasional rumah makan tersebut. Wasto menyebut sanksi disiapkan demi penerapan PSBB yang efektif.

“Namun tahapan PSBB kan dari hari pertama sampai hari ketiga adalah sosialisasi dan imbauan. Kalau ada yang masih melanggar siap-siap izin usaha kita cabut. Jam operasionalisasi tempat usaha mulai dibuka pada pukul 04.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Pertimbangannya karena, pukul 04.00 pagi itu ada keperluan orang membeli makanan untuk sahur. Jika ada yang masih buka di luar jam operasional maka akan kami beri sanksi,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar