Pendidikan & Kesehatan

Saat Perut Zidan Digangsir Tumor

Jember (beritajatim.com) – Mei 2019 nanti, Muhammad Zidan Mutawakkil genap berusia enam tahun. Namun tak ada pesta ulang tahun untuknya. Tubuhnya kian kurus, kesehatannya digangsir tumor yang tumbuh di perutnya.

Zidan adalah anak pertama pasangan Muhammad Ilham dan Suryani, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung. Lima bulan lalu tumbuh benjolan di perutnya. Dari puskesmas, dia langsung dibawa ke Rumah Sakit dr. Soebandi.

Zidan sempat dirawat selama kurang lebih sepuluh hari di sana. Namun akhirnya ia pulang, setelah orang tuanya menolak untuk menjalani kemoterapi. Cerita-cerita mengerikan soal kemoterapi, yang tak semuanya benar, rupanya bikin keder Suryani.

Ada relawan yang kemudian mencoba membantu dan membawa sang anak ke RS dr. Soetomo di Surabaya. Di sana, Zidan disarankan menjalani kemoterapi. Memilih pulang, Orang tua Zidan lantas mencoba cara pengobatan alternatif dan tetap menolak kemoterapi.

Saat ini, Zidan dirawat di RSUD Balung. “Keluarganya tercatat ikut serta dalam Program Keluarga Harapan,” kata Kepala Dinas Sosial Jember Isnaini Dwi Susanti, Jumat (15/3/2019).

Ketakutan terhadap kemoterapi ini yang coba dihilangkan Dinsos melalui pendampingan. “Semua orang pada dasarnya punya cara pandang yang tidak sama terhadap kehidupan. Saya cuma mengatakan kepada ibunya: ‘Apakah kita tahu usia putra panjenengan (Anda) sampai berapa? Otoritas usia ada pada Allah. Kalau kemudian jalan satu-satunya adalah kemoterapi dan Anda tidak memperbolehkan, berarti kita tidak berikhtiar semaksimal mungkin. Siapa tahu usianya panjang. Masa mau dibiarkan sakit seperti ini’.” Susanti meminta kepada orang tua Zidan untuk melakukan salat istikharah atau memohon petunjuk kepada Tuhan.

Direktur Utama RSUD Balung Nur Cahyohadi mengatakan, Zidan masih diobservasi. “Kondisinya kemarin sesak napas. Kalau dirawat di rumah tidak kompatibel dengan kondisi itu. Disarankan e RS Balung. Hari itu juga kami geser rumah sakit. Kami masih observasi sesak napasnya,” katanya.

Dokter bedah menyarankan Zidan masuk ke rawat inap bedah. “Pertimbangannya karena di perutnya ada tumor abdomen. Pasien ini pernah dirujuk ke Rumah Sakit dr. Soebandi. Dari sana dirujuk lanjutan ke RSU dr. Soetomo. Pasien ini butuh kemoterapi. Tapi karena masih khawatir, takut, dan belum mantap, akhirnya tidak kooperatif terhadap perawatan kemoterapi. Mereka akhirnya pulang paksa,” kata Cahyohadi.

Kondisi Zidan saat ini dibandingkan sepulang dari RSUD dr. Soetomo Surabaya cukup signifikan. “Saat pulang dari dr. Soetomo, dia masih bisa berjalan dan bergerak dengan perut tak terlalu besar. Sekarang ini menurut mereka yang mengikutinya dari awal, perutnya makin besar dengan aktivitas yang hanya duduk dengan napas tersengal. Kami di sini hanya sebatas menangani sesaknya yang mungkin karena desakan massa tumornya ke semua area, termasuk ke atas (rongga dada), sambil observasi dan perbaikan kondisi untuk dirujuk berikutnya,” kata Cahyohadi. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar