Pendidikan & Kesehatan

Saat Ini 141 Orang Dikarantina di Stadion JSG Jember

Jember (beritajatim.com) – Saat ini, jumlah penghuni karantina di Stadion JSG sudah mencapai 141 orang dari kapasitas 500 orang. Sebanyak 106 orang warga di antaranya lelaki dan 35 orang perempuan.

Mereka menjalani masa isolasi selama 14 hari. “Dua hari lagi akan ada yang sudah keluar. Tapi saya belum tahu jumlahnya,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono, Rabu (22/4/2020) malam.

Ratusan orang ini dikirim oleh petugas yang berjaga di lima daerah perbatasan, yakni Kecamatan Sumberbaru, Jombang, Kencong, Silo, dan Jelbuk. Tiga kecamatan yang disebut pertama berbatasan dengan Kabupaten Lumajang, Sementara Silo berbatasan dengan Banyuwangi dan Jelbuk berbatasan dengan Bondowoso.

Pengiriman mereka ke JSG sebagai lokasi karantina terpusat sesuai perintah Bupati Faida. “Semua yang dari zona merah yang masuk ke Jember, masuk ke JSG dulu dua minggu. Satu kilometer sebelum posko (di perbatasan), 500 meter sebelum posko kami umumkan. Pilihannya kembali ke rumah (di zona merah) atau kalau memaksa masuk (Jember), kita isolasi dulu 14 hari,” katanya, usai menerima bantuan dari Petrokimia di pendapa, Rabu (8/4/2020).

Gatot mengatakan, karantina di JSG dijaga oleh dokter, perawat, analis, radiologi, pegawai Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember. “Mereka menjalani hidup sehat saat diisolasi,” katanya.

Gatot menyebut karantina di JSG cukup nyaman. Penghuni karantina bisa mengikuti olahraga dengan prajurit TNI. “Sore harinya, mereka berolahraga sesukanya, seperti sepakbola, voli, bulutangkis, dan tenis meja. Mereka juga bisa beribadah teratur,” katanya.

Jumat, 17 April 2020, warga yang dikarantina melaksanakan salat Jumat berjamaah sesuai protokol Covid-19. Sesudahnya, mereka juga menghabiskan waktu dengan menikmati sajian hiburan di televisi. “Ada fasilitas wifi gratis, mereka mudah melakukan panggilan video dengan keluarga di rumah,” kata Gatot.

Masalah kualitas makanan yang tak layak sempat menjadi viral di media sosial. Namun Gatot membantahnya. “Makanan dengan menu sehat dijamin tersedia tiga kali sehari. plus snack yang nikmat pula,” katanya. Pemerintah Kabupaten Jember juga memberi bantuan 25,6 kilogram beras untuk keluarga warga yang dikarantina. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar