Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Rusak Beberapa Tahun, Perbaikan SD di Ponorogo Ini Belum Jelas

Salah satu ruangan SDN 2 Karangpatihan Kecamatan Pulung yang rusak. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kerusakan bangunan sekolah dasar (SD) terjadi di Ponorogo. Kali ini terjadi di SD Negeri 2 Karangpatihan Kecamatan Pulung. Ada dua ruangan yang sangat mengkhawatirkan jika tetap digunakan untuk kegiatan mengajar. Pihak sekolah akhirnya mengosongkan ruangan rusak tersebut. Hal itu dilakukan semata-mata untuk keselamatan siswa-siswi yang belajar disana. Pun kerusakan sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.

“Sebenarnya untuk kerusakan di SDN 2 Karangpatihan ini sudah berulang kali kita usulkan rehab lewat Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, sampai sekarang juga belum kunjung turun juga,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Imam Muslihin, Senin (17/1/2022).

Sedangkan jika diusulkan lewat pendanaan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini juga tidak mungkin. Sebab, DAU tahun ini akan digunakan untuk melakukan rehab di dua SD. Yakni SDN 3 Temon Kecamatan Ngrayun dan SDN 2 Krebet di Kecamatan Jambon. Untuk perbaikan dua sekolah tersebut, DAU yang akan dikucurkan jumlahnya mencapai Rp 700 juta.

“Untuk SDN 3 Temon yang beberapa waktu lalu diterjang longsor sebanyak Rp 200 juta, sedangkan sisanya Rp 500 juta untuk perbaikan di SDN 2 Krebet. Di Krebet memang rusak parah, ada 3 kelas yang saat ini ambruk,” katanya.

Kerusakan SDN 2 Karangpatihan ini, kata Imam akan diusulkan perbaikan dengan sumber dana Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022 nanti. Sebab anggaran fisik untuk Dindik Ponorogo tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Kini anggaran fisik hanya Rp 8 miliar, jauh jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 16 miliar.

“Tahun ini anggaran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) lebih besar daripada fisik. Tahun ini anggaran TIK mencapai Rp 11 miliar, tahun lalu hanya dianggarkan Rp 3 miliar,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar