Pendidikan & Kesehatan

Ruang Isolasi RSUD Syamrabu Penuh, Satgas Siapkan Rumah Observasi

Satgas percepatan penanganan Covid-19 meninjau lokasi RS Darurat

Bangkalan (beritajatim.com) – Melonjaknya angka pasien positif Covid-19 membuat ruang isolasi RSUD Syamrabu penuh. Akibatnya, satgas percepatan penanganan Covid-19 harus menyiapkan ruang isolasi tambahan agar seluruh pasien dapat dirawat.

Bupati Bangkalan sekaligus Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, rumah observasi yang bertempat di Balai Diklat itu bisa digunakan mulai besok sebagai tempat isolasi.

“Meningkatnya jumlah OTG dan PDP membuat RS penuh. Sehingga kita fungsikan balai diklat ini. Ada tujuh pasien yang belum diisolasi,” ujarnya, Rabu (3/6/2020).

Diketahui, ruang isolasi di rumah sakit berjumlah 56 kamar tidur telah penuh. Sehingga satgas menyiapkan kamar darurat sebanyak 25 ruang tidur dengan 50 kasur.

“Jadi yang berstatus OTG dan tidak mendapat kamar di RSUD, baik yang menunggu hasil swab atau yang positif akan masuk,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Sudiyo mengatakan, di rumah observasi tersebut akan ditempatkan 2 perawat, 1 dokter dan juga satu supir yang berjaga tiap 24 jam.

“Ada 50 kamar tidur yang kami siapkan yang akan dijaga oleh 2 perawat, 1 dokter dan satu supir dalam waktu 24 jam non-stop,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebanyak 7 pasien yang belum dievakuasi akan segera dijemput esok hari dan langsung diisolasi di rumah observasi di balai diklat tersebut. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar