Pendidikan & Kesehatan

RSUD Syamrabu Bangkalan Rawat 10 Pasien Covid-19 Bergejala Mirip Omicron XBB

Varian Omicron. Foto: ilustrasi

Bangkalan (beritajatim.com) – Kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bangkalan kembali naik. Terbaru, sebanyak 10 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifa Ambami Ratoh Ebu (Syamrabu). Para pasien diduga kuat mengalami gejala Covid 19 yang mengarah kepada varian Omicron XBB.

Hal itu disampaikan oleh salah satu dokter di RSUD Syamrabu, dr Catur Budi Keswardiono. “Saat di wilayah Bangkalan kembali terdapat pasien dengan positif Covid-19. Mereka sedang kami rawat,’ tuturnya, Rabu (16/11/2022).

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mendeteksi secara pasti 10 pasien itu terinfeksi virus Covid-19 varian apa. Sebab, pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan terkait Covid varian XBB. “Di sini belum bisa melakukan pemeriksaan itu. Untuk mengetahui XXB hanya bisa dilakukan di Surabaya dan Jakarta,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengaku pasien yang ada di RSUD Syamrabu memiliki tanda dan gejala menyerupai varian Omicron ataupun Omicron XXB. Menurutnya, untuk mengetahui secara pasti perlu dilakukan pemeriksaan sample lebih detail. “Kalau melihat dari tanda dan gejalanya dimungkinkan omicron atau omicron XXB. Tapi belum bisa kami simpulkan,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya angka kasus Covid-19 varian XBB saat ini kembali merebak di Indonesia bahkan menempati predikat ke 10 se-dunia. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dan menjaga imunitas.

“Kita harus siap untuk menghadapi ancaman gelombang Covid-19 baru, saat ini Dinkes menunggu prosedur penanganannya karena belum diperbaharui,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bangkalan, Rizkiyah Nunik Wahyuni, Selasa (15/11/2022) kemarin.

Ia menyampaikan, meski terjadi peningkatan kasus Covid 19, pihaknya pengimbau kepada masyarakat tidak perlu panik dan tetap menjaga kesehatan. “Jangan panik dan jaga imunitas itu yang paling penting untuk mengurangi risiko penularan Covid-19,” pungkasnya. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar