Pendidikan & Kesehatan

RSUD Ibnu Sina Akhirnya Tetap Layani Pasien BPJS

Gresik (beritajatim.com) – RSUD Ibna Sina akhirnya tetap melayani pasien BPJS. Kendati rumah sakit milik Pemkab Gresik sempat menghentikan kerjasama dengan BPJS karena tidak lolos akreditasi.

Mulai per 6 Mei 2019, RSUD Ibnu Sina tanpa pengecualian melayani semua pelayanan kesehatan meski klaim pembayarannya dari BPJS masih belum jelas.

Direktur RSUD Ibnu Sina dr Endang Puspitowati Sp.THT-KL membenarkan pihaknya mendapat intruksi dari Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Sehingga, malam kemarin langsung dibuka pelayanan biasa. Masyarakat bisa berobat lagi.

Namun, Endang mengaku belum tahu, tagihan berobat itu nanti dapat diklaimkan ke BPJS Kesehatan atau tidak. Mengingat, BPJS Kesehatan sudah memutus kerjasama dengan Ibnu Sina sejak 1 Mei lalu. Padahal, Ibnu Sina baru jalani akreditasi 13 Mei nanti. Artinya, ada waktu sekitar 1 bulan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Pemutusan tersebut terhitung mendadak. Rumah sakit tipe B itu banyak dirugikan. BPJS Kesehatan hanya memutus kerjasama by telepon genggam sehari sebelumnya. Padahal, sudah banyak pasien terjadwal akan berobat termasuk yang akan menjalani operasi,” ujarnya.

Menanggapi permasalahan ini, Kepala BPJS Kesehatan Gresik dr Greisthy E.L Borotoding mengaku terkait pemutusan kerjasama ini pihaknya sudah mengkomunikasikan dengan Kemenkes maupun pusat. Pihaknya merekomendasikan Kemenkes untuk mengeluarkan rekomendasi untuk RSUD Ibnu Sina.

“Silahkan melayani peserta JKN, tapi BPJS tidak bisa menjamin apakah bisa diklaim atau tidak. Ini akan kami upayakan dengan Kemenkes,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda menyebut pemutusan kerjasama ini sepihak. Memang menurutnya menjadi kebijakan nasional. Tetapi, BPJS hanya memutuskan menurut akreditasi yang tercantum pada Permenkes nomor 71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

“Di Permenkez disebutkan akreditasi rumah sakit berlaku selama lima tahun. Kalau Ibnu Sina akreditasi di 2016 artinya bisa berlaku sampai 2021,” paparnya.

Berdasarkan data RSUD Ibnu Sina Gresik. Rata-rata pengeluaran dalam sebulan sebesar Rp 10 miliar. Angka tersebut kemungkinan besar bisa bertambah mengingat pasien yang dicover 80 persen merupakan pasien BPJS. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar