Pendidikan & Kesehatan

RSUD Dr Soetomo Pantau Perkembangan 3 Pasangan Bayi Kembar Siam

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – RSUD Dr Soetomo yang menangani kasus kembar Siam Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina asal Kendari, dalam waktu dekat juga akan menangani kasus serupa dari Aceh, Mataram dan Bali. Ketiga pasang pasien tersebut perempuan dan sama-sama kembar dempet dada perut.

dr Agus Hariyanto SpA K mengatakan kepada beritajatim.com, saat ini status kembar siam asal tiga daerah tersebut masih dalam pemantauan. Agus masih harus kembali ke Aceh, Mataram dan Bali untuk memastikan dan menganalisis keadaan bayi dalam kondisi dapat bertahan, penyitas dan dipisahkan.

“Kami evaluasi dulu, survival apa tidak, bisa dipisahkan apa tidak, kami harus punya datanya dulu. Bisa dirujuk kalau kemungkinan tidak bisa bertahan hidup jangan di bawa sini, karena biasanya pasien dempet dada perut tidak bisa bertahan atau meninggal sebelum dipisahkan karena kompleks,” ujarnya, Selasa (6/8/2019).

Dokter spesialis anak ini mengatakan bahwa tindakan pertama yang dilakukan adalah menganalisis dan assessment atau penilaian, jika pasien dapat bertahan dan dapat dipisahkan kemudian bisa dikerjakan di rumah sakit daerah masing-masing, maka diizinkan untuk dilakukan operasi di rumah sakit tersebut.

Namun, jika rumah sakit masing-masing daerah tidak dapat menangani atau tidak memiliki alat dan tim medis yang mumpuni, maka pasien bisa dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Menurutnya, prevelensi keselamatan pasien jika ditangani dengan elektrif, atau disiapkan alat, tim dan teknik operasinya mampu mencapai 90 persen.

RSUD Dr Soetomo saat ini sedang merawat dan melakukan pemeriksaan penuh kepada kembar siam Azila dan Azila, tim dokter yang disiapkan mencapai 70 orang. Meskipun tengah menangani kasus kembar siam yang tergolong rumit dan tingkat kompleksitas yang tinggi, dr Agus memastikan RSUD Dr Soetomo mampu menangani pasien kembar siam dari tiga daerah tersebut yang statusnya masih inden untuk dirawat bersama.

“Oh bisa, kami bahkan pernah dalam satu periode menangani 5 kasus kembar siam secara bersamaan,” tukas dokter yang menjadi Kepala Tim Penanganan Kembar Siam di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar