Pendidikan & Kesehatan

RSUD Bojonegoro Potensi Alami Penumpukan Pasien BPJS Kelas III

Bojonegoro (beritajatim.com) – Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Kabupaten Bojonegoro Hastono mengatakan, paska kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diperkirakan berpotensi terjadi penumpukkan pasien kelas III.

Dengan adanya potensi penumpukkan pasien itu, dia berharap agar RSUD lain, seperti RSUD Padangan dan Sumberrejo bisa membantu sehingga tidak menumpuk di RSUD Bojonegoro. Saat ini menurut Hastono, pasien kelas III di RSUD Bojonegoro disediakan 350 bad. Ada penambahan dari sebelumnya hanya 200 bad.

“Saat ini masih seperti biasa, tapi kemungkinan akan ada peningkatan pasien kelas III. Semoga bisa dibantu dengan rumah sakit lain. Sehingga tidak menumpuk di RSUD,” ujarnya, Minggu (12/1/2020).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Janoe Tegoeh Prasetijo mengaku, setiap harinya ada masyarakat di Bojonegoro mengajukan penurunan kelas. Hal itu pasca adanya kenaikan jumlah iuran yang ditetapkan per Januari 2020. “Kalau jumlahnya berapa, kita belum bisa menghitung,” katanya.

Menurutnya, semua anggota berhak melakukan penurunan kelas. Terlebih, iuran BPJS Kesehatan mengalami kenaikan yakni Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas III akan meningkat menjadi Rp 42 ribu, dari sebelumnya sebesar Rp 25.500. Adapun iuran peserta atau mandiri Kelas II akan meningkat menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 51 ribu. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar