Pendidikan & Kesehatan

Penataaan Internal

RSUA Hentikan Penerimaan Rujukan Selama 14 Hari

foto/dok beritajatim

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) berbenah. Hal itu sebagai langkah Antisipasi dini menghadapi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Bahkan, pihak manajemen sempat membuat surat pemberitahuan (tertanggal 25/5/2020) tentang pembatasan layanan yang ditandatangani Dr. Hamzah, dr., Sp.An., KNA, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan.

Dalam surat resmi tersebut RSUA mulai Selasa (26/5/2020 menghentikan sementara penerimaan rujukan pasien Covid-19. Berkait dengan penutupan sementara tersebut, diluruskan oleh Dr. Suko Widodo, Ketua Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Airlangga. “Bukan penutupan, tetapi penataan internal,” jelas Suko Widodo.

Menurutnya, RSUA harus mengantisipasi dengan kemungkinan terjadinya peningkatan pasien baru Covid-19. Karena itulah, perlu dilakukan penyesuaian kebutuhan mendesak agar kualitas layanan tetap terjaga.

Berkait adanya kabar tentang tenaga kesehatan yang terdeteksi positif Covid-19, Ketua PIH Unair ini membenarkan serangkaian pemeriksaan kesehatan pada nakes di RSUA. “Pemeriksaan itu sebetulnya rutin. Tapi karena ini banyak kasus Covid-19, nakes sekalian diperiksakan,” ujar Suko.

Saat ini memang RSUA terus berbenah karena dipercaya menjadi tempat merawat pasien Covid-19. Secara rutin, manajemen RSUA juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam rangka berbenah itu, RSUA kini hanya akan merawat pasien yang sudah di rawat sebelumnya, baik untuk pasien Covid-19 maupun non Covid-19. Hal ini dikarenakan penuhnya ruang perawat dan banyak tenaga kesehatan (nakes) RSUA yang terinfeksi Covid-19.

Dr Alfian Nur Rosyid, Jubir Satgas Corona RSUA mengatakan bahwa saat ini setidaknya ada 14 nakes RSUA yang terinfeksi Covid-19. Beberapa di antaranya di rawat di RSKI dan beberapa lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah masing masing. “Ya ada beberapa yang positif, sekitar 13-14 an nakes. Namun kondisinya cukup baik. Ada yang isolasi mandiri ada yang di RS,” ujar dr Alfian, Selasa (26/5/2020).

Untuk itu RSUA saat ini hanya menerima pasien di IGD dengan menerapkan prosedur triage yang ketat dan hanya menerima pasien dengan kondisi yang mengancam jiwa. Pelayanan pada instalasi rawat jalan pun hanya dibuka untuk pasien Hemodialisis (cuci darah), TB/HIV, onkologi terpadu, operasi terjadwal, dan pengambilan obat kronis.

Dengan berkurangnya jumlah nakes dan penuhnya ruang perawatan, pembatasan pasien ini diberlakukan mulai hari ini hingga 14 hari kedepan. Namun dalam surat resmi tersebut juga disebut bahwa kebijakan ini dapat berubah sesuai dengan kebutuhan. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar