Pendidikan & Kesehatan

RSTKA Buat Dapur Umum dan Siapkan 250 Nasi Bungkus untuk Pengungsi

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) yang telah tiba di Majene Sulawesi Barat, tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menyiapkan dapur umum.

Selama aksi kemanusiaan Peduli Gempa Sulbar, Kapal pinisi RSTKA menyiapkan dapur umum untuk membuat 250 nasi bungkus perhari. Dapur umum ini dibuat di sisi selatan Pelabuhan Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene di Sulawesi Barat.

Juru masak kapal RSTKA, Candra menggoreng cabe di wajan berdiameter 80 sentimeter. Candra, yang biasanya menyiapkan makanan untuk kapal pinisi Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA), mendapat tugas tambahan sebagai juru masak dapur umum bagi pengungsi gempa.

Bukan hanya Candra, ada juga chef Hidayat dari Makassar. Mereka dibantu belasan ibu-ibu warga sekitar pelabuhan. Mereka, pada Sabtu (23/1/2021), memasak cap cay di pos Dapur Umum di Pelabuhan Palipi tempat RSTKA sandar untuk memberikan berbagai layanan.

“Saya siapkan sambal untuk lebih dari 200 porsi,” kata Candra sambil menggoreng cabe. “Ini banyak cabe. Sambal kan awet. Kalau cabenya nggak habis hari ini, bisa dipakai untuk besok,” katanya.

Selain memberikan pelayanan medis, RSTKA juga menyediakan dapur umum. Setiap hari, disediakan 200 nasi bungkus selama dua minggu. Kemampuan penyediaan hanya sekitar untuk 250 orang.

Padahal, data sementara di lapangan dari posko tanggap darurat bencana gempa PMI menunjukkan, ada 3.000 KK pengungsi yang tersebar di 11 desa dan kelurahan. Sementara, hanya ada satu dapur umum di desa Totolisi di Kecamatan Sendana. [adg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Coba Yuk, Snack Berlumur Saus Hummus

Rela Tinggalkan Dokter Spesialis

Ngobrol dengan Komunitas Berbagi di Surabaya