Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

RSSA Malang Catatkan Angka Pasien Terendah Sejak Pandemi Covid-19

Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Penanganan penularan Covid-19 nampak mulai membaik. Angka pasien Covid-19 di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang bahkan mencatatkan jumlah pasien terendah selama pandemi Covid-19.

Kabid Pelayanan Medik RSSA Kota Malang, Dokter Widodo Mardi menuturkan, Dari 268 bed yang dimiliki oleh RSSA hanya 7 bed yang terpakai pasien Covid-19 dan 1 pasien lagi berada di ruang ICU. Dia mengungkapkan, penurunan kasus Covid-19 terjadi sejak akhir Agustus 2021 lalu.

“Kondisi di rumah sakit kasus Covid-19 menurun drastis, akhir Agustus sampai sekarang menurun drastis kasusnya. Bahkan, sekarang kita hanya merawat 7 pasien dan 1 pasien di ICU dari 268 bed.  Artinya banyak bed yang sudah kosong sehingga kita perlu strategi untuk pemanfaatan ruangan yang sudah kosong tersebut,” papar Widodo, Selasa, (12/10/2021).

Widodo mengatakan, tingkat kematian pasien Covid-19 di RSSA tergolong tinggi sebesar 20 persen karena termasuk rumah sakit rujukan di Jatim. Tetapi secara keseluruhan, pasien dengan kategori ringan memiliki presentase 100 persen sembuh. Untuk pasien kategori sedang 90 persen sembuh, pasien berat tingkat kesembuhannya 20 persen, sedangkan pasien kritis sangat kecil yakni, di bawah 5 persen.

“Selama pandemi pasien untuk rawat inap mulai Maret-April 2020 sebanyak 6.500 orang, pasien rawat jalan 14 ribu. Sekarang terendah secara keseluruhan dari tahun kemarin hanya 8 pasien Covid-19, ini terendah. 8 orang ringan dan sedang insyallah sembuh, hanya 1 yang perlu perawatan khusus di ICU,” kata Widodo.

Penanganan Covid-19 di RSSA dipusatkan di ruang Incovit akronim dari Instalasi Infeksi Terpadu. Rencananya, ruangan yang kosong akan dimanfaatkan kembali untuk penyakit infeksi lainnya di luar kasus Covid-19.

“Ke depan akan kita gunakan untuk ruangan infeksi terpadu lainnya. Seperti TBC, infeksi paru-paru yang lain. Kita pusatkan di sana sehingga memudahkan lokalisir dan tidak menular ke orang lain akses masyarakat juga lebih mudah,” tandas Widodo. (luc/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar