Pendidikan & Kesehatan

Saliva PCR Test

RS Wava Husada Miliki Alat Pendeteksi Covid-19 yang Nyaman Bagi Pasien

Malang (beritajatim.com) – Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi fokus Pemerintah. Di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen, Kabupaten Malang salah satunya, penanganan virus corona ini, mengacu standart tinggi yang diberlakukan Kementerian Kesehatan Indonesia.

Angka penyebaran Covid-19 juga masih fluktuatif. Masyarakat pun dihimbau agar tetap selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Hal itu sebagai langkah antisipatif mencegah penyebaran Covid-19.

Wabah pandemi sejak tahun 2020 lalu, membuat perilaku kehidupan masyarakat akan pentingnya hidup sehat, turut berubah. Sehingga, deteksi dini Covid-19, juga sudah menjadi kebutuhan penting masyarakat. Salah satu contohnya, sebagai syarat bepergian keluar kota, syarat masuk kerja, pergi ke sekolah, kuliah dan beberapa kebutuhan hidup manusia lainnya.

Menjawab seluruh kebutuhan masyarakat itulah, Rumah Sakit (RS) Wava Husada Kepanjen, mulai melakukan berbagai upaya memenuhi kebutuhan akan pentingnya kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya, dengan melengkapi fasilitas dan alat penunjang deteksi Covid-19 sejak dini.

Adalah alat test antibodi Covid-19 kuantitatif reseptor binding domain atau RBD. Alat tersebut secara spesifik mengukur tingkat antibodi seseorang terhadap Covid-19. Artinya, mengukur kekebalan seseorang terhadap virus Covid-19.

“Ibaratnya begini, antibodi pada tubuh seseorang ini adalah tentara yang menjadi pertahanan tubuh. Sementara dengan test tersebut, kita bisa mengetahui seberapa kuat sih antibodi pada tubuh seseorang terhadap Covid-19 ini,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Marketing RS Wava Husada, Rini Minarsih S. Kep Ners, Jumat (4/6/2021).

Secara spesifik, kata Rini, alat tersebut mengukur tingkat antibodi pada tubuh seseorang yang pernah terpapar Covid-19. Sehingga, dengan alat tersebut, secara tidak langsung juga dapat mendeteksi seseorang apakah pernah terpapar Covid-19 atau tidak. Termasuk, orang yang belum pernah test Swab PCR sekalipun.

“Jadi yang diukur itu pendaran tingkat antibodi dari Covid-19 itu sendiri. Sehingga, juga bisa mendeteksi, seseorang ini pernah terpapar Covid-19 atau belum. Juga mengukur antibodi seseorang setelah vaksin. Sementara kalau PCR Test itu kan untuk penegakan diagnosa. Apakah seseorang masih terpapar Covid-19 atau tidak,” tegasnya.

Sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, lanjut Rini, penanganan selama pandemi di Rumah Sakit Wava Husada mengacu pada kebijakan pemerintah pusat.

Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk test ini sebesar Rp 190 ribu untuk satu kali testnya. Sementara hasilnya dapat diketahui maksimal 1 sampai 2 jam. Selain itu, alat tersebut menurut Rini, juga dapat mendeteksi pendonor konvalensen, yang dimiliki mantan penyintas Covid-19.

Selain Tes Kuantitatif RBD, RS Wava Husada juga memiliki Saliva PCR Test yang juga dapat mendeteksi Covid-19. Hanya saja, Saliva PCR Test ini bisa dibilang lebih nyaman, aman dan ramah terhadap pasien. Pasalnya, sampel yang digunakan test ini, hanya mengunakan air liur pasien. Dan jika PCR dengaan swab test, pasien harus diambil Cairan mukosa yang ada pada bagian tenggorokan dan di hidung seseorang.

“Ini kami berupaya penuhi kebutuhan pasien. Kalau PCR dengan swab, itu banyak pasien yang mengeluh. Terutama anak-anak yang cenderung tidak bisa kooperatif. Namun dengan Saliva PCR, dirasa akan lebih mudah. Akurasinya juga sama dengan PCR dengan swab test,” urai Rini.

Jangan Takut ke Rumah Sakit
Meski peningkatan kasus Covid-19 tak setinggi tahun 2020 lalu, menurut Rini masyarakat harus terus di edukasi. Bahwa, virus Corona ini tidak hanya menyerang orang dengan kondisi lemah saja. Bahkan dari beberapa pengalaman, 85 persen orang yang bugar bisa terserang Covid-19. “Istilahnya happy hipoxy. Jadi orang itu tubuhnya terlihat sehat dan bugar. Gejalanya ringan, namun tiba-tiba susah bernafas. Indra penciuman menurun,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat tidak takut untuk melakukan deteksi dini terhadap Covid-19. Apalagi jika kondisi saat ini, Covid-19 masih dapat dibilang menjadi momok bagi masyarakat.

“Intinya jangan takut ke rumah sakit dan jangan pertaruhkan keselamatan keluarga karena terlambat mencari pertolongan. Dan terutama, untuk (pencegahan) Covid-19, jangan lupakan 5M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” pungkasnya .

Tarif yang dipatok dalam sekali test PCR, baik swab maupun Saliva adalah sebesar Rp 950 ribu. Sedangkan untuk layanan homecare, Rp 1.100.000. Sementara di Malang Raya sejauh ini, alat Saliva PCR Test hanya dimiliki RS Wava Husada. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar