Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

RS Rujukan Covid-19 di Bojonegoro Akan Utamakan Pelayanan bagi Warga Lokal?

Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia melakukan rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit di Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami peningkatan. Bahkan sejumlah rumah sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 hampir penuh. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro hari ini ada penambahan baru sebanyak 98 orang yang dirawat.

Untuk memecahkan masalah penambahan kasus Covid-19 yang semakin tinggi, Polres Bojonegoro menggelar rapat koordinasi dengan para Direktur Rumah Sakit (RS) se Kabupaten Bojonegoro, di Madrim Command Center (MCC), Rabu (7/7/2021).

Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia dalam arahannya mengatakan, saat ini tren terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Jawa Timur termasuk di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan sangat signifikan. Hal ini perlunya koordinasi terkait penyedian tempat tidur (TT) atau Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit swasta maupun negeri di Kabupaten Bojonegoro.

“Kita harus punya strategi, karena trend Covid-19 cukup tinggi. Kami tidak ingin ada pasien yang tidak bisa terawat di rumah sakit. Sehingga harus segera menyiapkan tambahan TT atau BOR di Rumah Sakit negeri maupun swasta,” kata Kapolres Bojonegoro.

AKBP EG Pandia menambahkan para Direktur Rumah Sakit segera untuk memenuhi BOR yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro. “Jangan sampai ketersedian BOR di rumah sakit yang ada di Bojonegoro tidak bisa menampung atau merawat pasien positif Covid-19 akhirnya Bojonegoro menjadi daftar hitam dalam penanganan pasien positif Covid-19,” ujarnya.

Kalau bisa, lanjut Pandia, para Direktur segera mencari tenaga medis tambahan atau relawan tenaga medis untuk menangani pasien positif Covid-19. “Para Direktur segera koordinasi dengan Kadinkes untuk rekrutmen tenaga medis harapannya pasien positif Covid-19 cepat ditangani,” tandas EG Pandia.

Sementara itu, Kadinkes Bojonegoro, dr. Ani Pudjiningrum menjelaskan untuk Rumah Sakit Negeri maupun Swasta segera memenuhi kekurangan TT atau BOR yang telah ditentukan dari Kementerian Kesehatan. Surat Edaran nomor HK 02.01/Menkes/11/2021 tentang Peningkatan Kapasitas Perawatan Pasien Covid-19 pada RS Penyelenggara Pelayanan Covid-19.

“Para Direktur sebaiknya buat Surat Edaran ke bawah terkait pasien positif Covid-19 sebaiknya berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bojonegoro sehingga warga kita Bojonegoro bisa tertangani dengan cepat, baik obat maupun tempat tidur,” ungkap Ani Pudjiningrum.

Sementara diketahui, dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bojonegoro, dr. Ani Pudji Ningrum, Karumkit Bhayangkara Bojonegoro, AKBP drg. Muhammad Zakir dan para Direktur Rumah Sakit Se Kabupaten Bojonegoro. [lus]


Apa Reaksi Anda?

Komentar