Pendidikan & Kesehatan

RS Lapangan Merawat Pasien Kritis, RSUD BDH Milik Pemkot Diharapkan Juga Bisa!

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Provinsi Jatim di Jalan Indrapura Surabaya yang biasa disebut RS Darurat kini tak hanya merawat pasien dengan gejala ringan dan sedang. Melainkan, akan ditingkatkan fungsinya juga untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala klinis berat dan kritis.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi mengatakan, rencana tersebut sudah dibahas dengan Pangkogabwilhan II sebagai Koordinator RS Lapangan Covid-19, sesuai instruksi Presiden RI Jokowi.

“Jadi, ke depan akan ditingkatkan tidak hanya merawat pasien ringan, tapi juga yang berat dan kritis. Sudah dirapatkan dengan Pangkogabwilhan II,” kata dr Joni, Selasa (30/6/2020).

Peningkatan status ini, lanjut Joni, karena memang melihat perkembangan pasien positif Covid-19 yang terus merangkak naik. Senin kemarin, dr Joni mengatakan dari 150 bed di RS Darurat, saat ini tinggal delapan bed yang kosong. “Kemarin sore sudah disetting, rencananya ada 10 ICU dan 20 High Care Unit,” tutur dr Joni yang juga Dirut RSU dr Soetomo ini.

Ke depannya RS Lapangan Covid-19 akan dikembangkan hingga 500 bed yang akan merawat pasien dengan gejala ringan, sedang, berat hingga kritis. Dengan rencana tersebut, diharapkan di setiap penjuru Kota Surabaya terdapat rumah sakit rujukan utama Covid-19.

Mulai dari RS Lapangan Covid-19 di wilayah Surabaya Utara. Lalu, RSU dr Soetomo dan RS Unair di Surabaya Selatan dan Surabaya Timur. Sedangkan di Surabaya Barat diharapkan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) bisa melayani pasien dengan gejala klinis berat dan kritis.

“RSUD BDH memang sudah menjadi 99 RS rujukan Covid-19 di Jatim. Tapi belum bisa merawat dengan gejala berat dan kritis. Wilayah Surabaya Barat sementara ini yang pasien berat Covid-19 masih ditangani RS swasta seperti National Hospital dan RS Mitra Keluarga,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar