Pendidikan & Kesehatan

RS Lapangan Indrapura Fasilitasi Ibadah Ramadan Bagi Pasien Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya menyambut bulan Ramadan dengan berbagai persiapan yang menunjang dan menfasilitasi pasien Covid-19 yang dirawat di RSLI.

Achmad Nanda Renaldi,relawan pendamping dan juga selaku Ketua Pokja Peribadatan PPKPC-RSLI mengatakan bahwa RSLI sangat fokus pada faktor kenyamanan pasien. Ibadah sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan imunitas bagi pasien covid-19 tidak luput dari perhatian relawan. Suasana religius di bulan ramadhan dijadikan momentum oleh para relawan yang tergabung dalan Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC) RSLI untuk meluncurkan program baru yakni pemberian fasilitas ibadah berupa peralatan sholat dan penyediaan Al-Qur’an bagi pasien di zona merah di dalam lingkungan RSLI.

Kegiatan sholat fardhu dan sholat tarawih bisa dilakukan oleh para pasien RSLI secara berjamaan di musholla yang berada di dalam zona merah RSLI. Juga disediakan sejumlah Al-Qur’an yang diperuntukkan bagi para pasien yang ingin tadarus selama mengisi waktu isolasidan penyembuhan di RSLI. Pagi itu Renaldi dan Achmad Maulana mengenakan APD level 3memasukizonamerah di dalam RSLI untuk melakukan dropping peralatan sholat dan Al-Qur’an serta mengecek kesiapan musholla RSLI untuk penyelenggaraan sholat tarawih dan kegiatan ibadah lainnya.

“Harapannya dengan support ini semangat beribadah dan hubungan transendental pasien kepada Tuhan akan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan semangat hidup sehat,yang pada akhirnya berdampak positif bagi peningkatan imunitas pada diripaien covis-19 RSLI,” Ungkap Renaldi, Rabu (14/4/2021).

Sedangkan untuk pelaksanaan sholat fardhu dan sholat tarawih bagi para nakes dan relawan yang bertugas di zona hijau, di RSLI disediakan di Masjid As-Syifa yangmerupakan satu bangunan yang menjadi bagian dari kompleks RSLI yang dulunya merupakan RS Khusus Kulit dan Kelamin yang kemudian dialihfungsikan menjadi Museum Kesehatan. Dengan fasilitas yang sudah ada, tugas dan aktifitas yang dilaksanakan oleh para relawan RSLI tetap berjalan seperti biasa dan aktifias peribadatan selama ramadhan juga terfasilitasi dan berlangsung dengan baik.

“Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan serta fasilitas kebersihan seperti handsanitizer yang disediakan oleh BPBD diharapkan jalannya ibadah tetap khusuk,dan kesehatan serta keselamatan para relawan tetap terjaga.” Ujar Apal Supendi, S.E., M.M.Ak. (Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur) selaku fasilitator operasional RSLI.

Untuk makanan dan ketersediaan asupan gizi bagi pasien dan nakes serta relawan, tetap dijadwalkan seperti biasa, yaitu pagi sekitar jam05.00,siang jam 12.00 dan sore/malam jam17.00 WIB. Karena pasien diasumsikan tidak puasa karena masih dalam kondisi sakit, maka jadwal distribusi makan tetap.

“Dari bagian Gizi, kami menyiapkan asupan sesuai dengan perhitungan akg, yakni lebih dari 1800 kalori bagi pasien, ditambah dengan snack dan susu/sari buah/probiotik. Sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan pasien selama di RSLI. Penjadwalan tetap seperti biasa, yakni pagi, siang dan sore/malam hari. Untuk nakes dan pasien yang memilih berpuasa, jadwal pagi kami geser sedikit waktu distribusinya, yaitu mejadipukul 03.00-03.30 WIB, yang lainnya tetap.” terang Akhmad Bima Nugraha, Amd.Gz. selaku bagian gizi RSLI.

Melalui konsep ”be Happy” dengan penanganan yang komprehensif dan meminimakan penggunaan obat yang agressif, RSLI telah banyak membantu pasien dalam mencapai kesembuhan dari covid-19. Upaya peningkatan imunitas pada pasien covid-19 melalui berbagai upaya dan pendampingan baik dari sisi psikologis, ekonomi, sosisal kemasyarakatan dan lingkungan sekitar telah memberikan dampak signifikan.Tingkat kesembuhan RSLI merupakan tertinggi di Jawa Timur.

Hingga saat ini, Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya yang dikomandani oleh Laksma TNI Dr IDG Nalendra DI, SpB,SpBTKV, sudah menangani 7.156 pasien covid-19 dan telah berhasil menyembuhkan pasien sejumlah 6.863 orang dengan angka kematian 1 orang selama lebih dari sepuluh bulan beroperasi. Sempat mencapai angka rata-rata hunian 300an pasien per hari pada bulan Desember 2020 dan Januari 2021, kini pasien di RSLI tinggal 40 an. [adg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar