Pendidikan & Kesehatan

RS di Surabaya Dibanjiri Pasien Covid-19 Luar Kota?, Ini Faktanya

foto/dok beritajatim

Surabaya (beritajatim.com) – Menyoroti banyaknya masyarakat yang positif terinfeksi corona atau Covid-19 dan rumah sakit rujukannya yang berada di wilayah Surabaya diduga kebanjiran pasien dari luar seperti tudingan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Baca disini

Rumah Sakit pada dasarnya tidak boleh memilih pasien, siapapun dan dari golongan manapun asal pasien, harus diterima. Nampaknya hal ini menjadi problematis tersendiri karena RS rujukan untuk Covid-19 di Surabaya di gambarkan seolah-olah penuh oleh pasien bukan ber-KTP Surabaya.

Lalu bagaimana sebenarnya keadaan di Rumah Sakit Rujukan di wilayah Surabaya? beritajatim.com melihat salah satunya adalah Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) yang memiliki sub rawat spesialis yang saat ini digunakan sebagai pusat rujukan Covid-19 yakni RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi).

Hingga permalam tadi, (15/5/2020) sebanyak 86,7 persen atau 205  pasiennya berKTP Surabaya. Sementara itu sisanya pasien berasal dari berbagai daerah di Jatim.

Jubir Tim Satgas Corona RS Unair, dr Alfian Nur Rasyid SpP mengungkapkan kasus yang ditanggani di RSKI RS Unair, mayoritas penduduk Surabaya dan tidak benar bahwa RS Unair tidak  memprioritaskan pasien dari Surabaya.

“Di Unair memang kebanyakan yang datang warga Surabaya. Tapi pasien darimanapun, selama membutuhkan perawatan, maka akan diterima selama masih tersedia tempat tidur. Tidak boleh membedakan suku, agama, jenis kelamin, asal daerah dan lainnya,”tegasnya Sabtu (16/5/2020).

Dikatakan dr Alfian data yang dipublikasikan pihak rumah sakit terkait asal tempat tinggal pasien menunjukkan bahwa masih banyak kasus yang ada pada penduduk Surabaya.

Beberapa diantaranya masih di rumah dan mungkin tidak menyadari sakit atau mereka anggap ringan.

“Mungkin suatu saat akan memberat dan Perlu RS, sementara RS rujukan penuh semuanya,” lanjutnya.

Dengan jumlah pasien yang ada saat ini, spesialis Paru-paru ini mengungkapkan kamar perawatan terus penuh.

Saat ini, RS Unair menerapkan pemisahaan  perawatan Covid-19 khusus di RSKI. Sementara untuk rawat inap dan rawat jalan RS Unair diperuntukkan pasien non covid seperti semula.

“Saat ini ditambah berapapun kamar, RS rujukan se-Surabaya mengeluhkan tidak mampu menerima pasien lagi terkait Covid-19 termasuk d RSKI,”urainya.

Selain ruangan, jumlah tenaga kesehatan (nakes) juga terbatas. Dengan jumlah pasien yang dilayani terus bertambah menyebabkan beban kerja nakes meningkat.

“Ini tidak baik untuk pelayanan dan keselamatan pasien serta keselamatan nakes. Jam kerja makin lama dan tugas pekerjaan makin padat,” pungkasnya.(adg/ted)

Data pasien RSKI berdasar KTP
bulan Maret sd Mei 2020

Surabaya   205  (86,7%)
Sidoarjo         8 (3%)
Malang         3  (1,3%)
Jombang      2 (0,8%)
Nganjuk.      2  (0,8%)
Kediri            2  (0,8%)
Tuban            2  (0,8%)
Pasuruan.           2 (0,8%)
Blitar.                  2 (0,8%)
Madiun         1        (0,4%)
Magetan       1          (0,4%)
Jember        1      (0,4%)
Tulungagung  1 (0,4%)
Lumajang     1      (0,4%)
Mojokerto     1      (0,4%)
Bojonegoro.  1    (0,4%)
Cilegon    1   (0,4%)





Apa Reaksi Anda?

Komentar