Pendidikan & Kesehatan

RS di Bojonegoro Belum Miliki Tempat Penyimpanan Trombosit

Bojonegoro (beritajatim.com) – Rumah sakit yang ada di Kabupaten Bojonegoro belum ada yang mampu menyimpan stok tombosit. Sehingga kesediaan trombosit yang ada di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro harus langsung digunakan oleh yang membutuhkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Darah UDD PMI Bojonegoro Asep Saefudin mengatakan, bahwa stok trombosit selalu diupayakan siap sedia. Setiap harinya ada stok trombosit 30-an kantong. Jadi, apabila ada pasien DBD membutuhkan trombosit bisa segera tertangani.

“Sayangnya di Bojonegoro belum ada rumah sakit yang memiliki tempat penyimpanan trombosit. Sehingga, disarankan sekali trombosit itu diambil dari PMI, harus langsung dimanfaatkan,” ujarnya, Rabu (30/1/2019).

Tempat penyimpanan trombosit itu, kata dia, berbeda dengan jenis darah seperti WB (whole blood) atau PRC (packed red cell), trombosit disimpan di suhu 20-23 derajat celsius dan harus digoyang-goyang di dalamnya.
Meningkatnya jumlah penderita DBD tersebut berpengaruh terhadap permintaan trombosit (TC) yang mengalami lonjakan.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Dokter Hernowo mengatakan, selama Januari 2019 hingga (29/1/2019) jumlah permintaan trombosit sudah tembus 320 unit (kantong).

Jumlah tersebut meningkat jika dibanding pada Desember 2018 sebanyak kurang lebih 122 unit. Desember lalu rata-rata permintaan trombosit 4-5 unit per hari, sedangkan pada Januari bisa mencapai 10-11 kantong per hari.”Meski permintaan trombosit mengalami peningkatan dua kali lipat, namun dalam pemenuhan tersebut bisa diatasi,” ujarnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar