Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

RS Covid-19 Lamongan Sepi Pasien, Bakal Dipakai Apa?

Lamongan (beritajatim.com) – Seiring dengan melandainya pandemi Covid-19 di Kabupaten Lamongan, Rumah Sakit (RS) Covid-19 yang sempat diresmikan oleh Kementerian PUPR dan BNPB kini sepi. Pemerintah Kabupaten Lamongan tengah menyiapkan rencana pemanfaatan RS tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, mengungkapkan nantinya RS yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa, Bringin, Tumenggungan ini akan dimanfaatkan menjadi rumah sakit khusus infeksi dan penyakit menular lainnya. Peman

Sehingga, nantinya RS yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa, Beringin, Tumenggungan, dan berjarak 132 meter dari RS dr. Soegiri Lamongan ini akan dimanfaatkan untuk rumah sakit infeksi maupun penyakit lainnya. Rencana itu disusun mengingat jenis gedung RS tipe C tersebut bersifat permanen.

“Nanti rencananya RS Covid ini akan diserahkan ke pihak RS dr Soegiri karena saat ini yang melakukan perawatan juga dari pihak RS tersebut. Namun, untuk kepastiannya kita masih menunggu pemerintah pusat, karena saat ini PPKM juga masih jalan,” ujar Nalikan saat dihubungi, Rabu (29/6/2022).

Tak hanya itu, Nalikan juga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan untuk pemanfaatan RS lebih lanjut. Ia menyebut, pemanfaatan itu dilakukan agar bangunan RS yang berada di lahan seluas 6.070 meter persegi ini tetap memiliki nilai guna.

“Nanti kita kordinasikan dengan Dinkes, nanti RS itu akan tetap dimanfaatkan sebagai rumah sakit yang menangani penyakit khusus seperti TBC dan penyakit lain yang perlu diwaspadai. Apalagi, RS ini juga sudah dibangun dengan biaya operasional yang tinggi,” terangnya.

Nalikan mengungkapkan berdasarkan data resmi Dinkes Lamongan per tanggal 28 Juni 2022, diketahui saat ini hanya ada 2 pasien yang aktiv Covid-19. Meski begitu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan.

“Yang aktiv Covid tinggal 2 pasien, yakni warga dari Desa Wonokromo Kecamatan Tikung dan dari Kelurahan Sukorejo, Lamongan. Mari kita tetap waspada dan bersama kita putus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” tandasnya.

Sebagai informasi, RS Covid ini memiliki daya tampung 82 pasien, dengan ruang perawatan yang terpisah bagi tiap pasiennya, serta terdiri dari 75 tempat tidur observasi dan 7 tempat tidur isolasi.

Rumah sakit ini juga dibuat per blok, meliputi bangunan screening, bangunan karantina 1, bangunan karantina 2, bangunan isolasi, bangunan satelit, serta powerhouse.

Lebih lanjut, untuk bangunan karantina 1 itu meliputi 25 tempat tidur observasi, ruang tindakan, ruang dokter dan mobile x-ray. Lalu bangunan karantina 2, terdiri dari 50 tempat tidur observasi, ruang tindakan, dan ruang dokter.

Sementara untuk bangunan isolasinya, terdiri dari tujuh tempat tidur, ruang dokter dan perawat. Sedangkan bangunan satelitnya terdiri dari ruang sterilisasi, gizi, laundry, alat medis kotor dan farmasi.

Pembangunan rumah sakit ini dilakukan berdasarkan permintaan Bupati Lamongan Fadeli yang disetujui oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kala itu, Lamongan belum memiliki rumah sakit standar untuk penanganan para pasien Covid-19. Mengingat, Lamongan adalah salah satu kota kabupaten di Jawa Timur dengan angka penularan Covid-19 tertinggi. [riq/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar