Pendidikan & Kesehatan

Riwayat Napi Lapas Bojonegoro yang Awalnya Dinyatakan Positif Covid-19

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satu orang nara pidana (Napi) yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro sempat dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19. Namun, setelah menjalani swab kedua, napi kasus korupsi itu dinyatakan negatif.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro Edy Saryanto membenarkan ada satu orang napi sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Darmo Surabaya. Napi laki-laki itu mulai dirawat di RS Darmo pada 15 April 2020 sesuai rujukan yang diberikan dokter di RS Bojonegoro.

“Napi yang sudah berusia 78 tahun itu kondisinya mulai melemah 5 April 2020, dan dibawa ke RS Bojonegoro untuk perawatan. Sesuai rekomendasi dokter yang menangani harus di rujuk ke rumah sakit di Surabaya dan napi tersebut tidak terinfeksi virus Corona,” jelas Kalapas Bojonegoro, Selasa (12/5/2020).

Pada 2 Mei 2020 Lapas Bojonegoro mendapat kabar dari pihak keluarga napi tersebut bahwa hasil swab menunjukkan positif Covid-19. Hasil tersebut berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada 23 April 2020. “Napi tersebut isolasi dan menjalani perawatan di rumah sakit Surabaya,” terangnya.

Selang sehari setelah adanya kabar bahwa napi yang sejak 2013 lalu hingga saat ini sudah memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes itu positif Covid-19, pihak keluarga kemudian melakukan tes swab kedua dan hasilnya keluar pada 8 Mei menunjukkan negatif Covid-19.

“Sekarang posisi napi masih di RS Darmo menjalani perawatan sampai sembuh. Kalaupun mau dipulangkan (ke lapas) pihak lapas minta dilakukan tes swab kembali dan memastikan benar-benar tidak ada gejala virus Corona,” tegasnya.

Sejak terakhir kali kondisi kesehatan napi korupsi itu melemah hingga saat ini belum pernah kembali ke Lapas, karena masih menjalani perawatan di RS Darmo Surabaya. Namun, meski demikian, pihak lapas mengaku tetap melakukan antisipasi penyebaran virus Corona sesuai dengan protokol kesehatan.

“Antisipasi penularan virus Corona, semua tamu yang datang dilakukan Thermo Gun, tempat cuci tangan, semprot disinfektan serta pegawai yang mau masuk juga melalui boks sterilisasi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, saat ini jumlah penghuni di Lapas Kelas II A Bojonegoro sebanyak 278 orang. Dengan rincian sebanyak 247 orang narapidana (Napi) dan 31 orang tahanan. Jumlah penghuni di Lapas Bojonegoro itu sudah melebihi kapasitas yang yang seharusnya hanya menampung 117 orang. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar