Pendidikan & Kesehatan

Risky Kurniawan, Mahasiswa UNAIR Berprestasi Lewat Film

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Wisuda Periode Maret 2019 pada Sabtu (9/3/2019). Sederet nama mahasiswa berprestasi dan terbaik dipanggil kedepan podium untuk menerima piala dan penghargaan dari Rektor, Prof. Mohammad Nasih.

Salah satu diantaranya adalah Rizky Kurniawan, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan tahun 2014 itu, terlihat gembira dan bangga. Pasalnya selain resmi berpisah dengan Unair, Risky juga menyabet gelar wisudawan berprestasi.

Risky yang menempuh pendidikan strata satu (S1) di Fakultas Ilmu
Budaya meraih IPK sebesar 3,61 dan meraih prestasi dibidang perfilman yang cukup mumpuni. Risky mendapatkan penghargaan dari Film Inspirasi Terbaik Festival Film Pendek Pemuda Kreatif Indonesia yang diadakan oleh Kemenpora tahun 2016.

“Saya merasa senang sekali. Sungguh tidak menyangka saya terpilih sebagai wisudawan berprestasi,” jelas Rizky sambil tersenyum.

Prestasi yang diraih Risky berawal dari kegiatan yang aktif dilakukannya di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sinematografi sejak menjadi mahasiswa baru. Selama kurang lebih 4 tahun itulah Rizky terus menorehkan karya dan prestasi di bidang perfilman.

Beberapa prestasi yang sudah diraih antara lain, Juara 2 Lomba Short Movie Information and Communication Contest (ICON) 2018,
Film Inspirasi Terbaik pada Festival Film Pendek Pemuda Kreatif Indonesia 2016 dengan judul Setetes Koin, Video Terbaik pada kegiatan Indonesia Conference on Water and Envireronmental Resilience (ICWER) di Fakultas Geografi UGM, pemenang lomba kreatif “Creative Cultural Forum” 2016 di FIB UI.

Risky pun pernah menjadi juri lomba videogram pada acara Gebyar Kependudukan Airlangga 3.0 (GPA 3.0), dan masih memiliki banyak prestasi lainnya seperti video YouTube berjudul ‘Jempolin Aku’. Laki-laki 22 tahun tersebut menganggap bahwa sejumlah prestasi yang didapat merupakan kado istimewa yang telah Allah
SWT berikan. Hal itu turut menjadi penanda bahwa rangkaian perjuangan yang ia lakukan membuahkan hasil.

“Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau. Jangan berhenti berusaha untuk menggapai tujuan yang didamba,” tutur anak pertama dari dua bersaudara ini.

Motto Rizky ialah terus bermanfaat untuk orang lain. Rizky menjelaskan motto tersebut menjadi sarang motivasi dikala ia sudah penat menjalani aktivitas sehari-hari.

Bila hidup terus diisi dengan menolong orang lain, maka kehidupan akan menjadi lebih bermakna. Laki-laki yang mengidolakan Pramudya Ananta Toer itu mengingatkan
kepada para mahasiswa agar tidak sekalipun berhenti berkarya.

Risky mengaku bahwa melalui film ia bisa menebarkan semangat, menebar kebaikan lewat audio visual. Seperti di Film Setetes Koin, ia ingin menyampaikan bahwa keserakahan mampu memberikan efek yang besar bagi kehidupan sosial.

“Setetes Koin itu sebenernya film itu berasal dari keresahan terhadap lingkungan yang makin lama makin tergerus akibat keserakahan manusia, manusia makin serakah sehingga menukar air dengan kepingan koin,” cerita Risky.

Iapun terus menerus berupaya menciptakan karya agar nilai kemanusiaan dari dirinya terus hidup dan berkembang menjadi manusia yang lebih baik.

“Satu-satunya jalan untuk terus dikenang ialah dengan tidak berhenti menghasilkan karya,” pungkas Rizky.[adg/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar