Pendidikan & Kesehatan

Program Prioritas Dunia Pendidikan Tahun 2021

Ribuan Pelajar di Kota Mojokerto Dapat Fasilitas Gratis

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menghadiri Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto di SMPN 4 Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan memberikan tambahan fasilitas gratis untuk ribuan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan swasta di wilayahnya. Tak hanya seragam dan peralatan sekolah gratis, Pemkot Mojokerto juga memberikan sepatu dan angkutan sekolah gratis.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, fasilitas gratis tersebut diberikan kepada pelajar yang bersekolah di Kota Mojokerto. “Bagi warga yang bersekolah di Kota Mojokerto, baik negeri dan swasta kita berikan fasilitas gratis sebagai program prioritas dunia pendidikan di tahun 2021 ini,” ungkapnya saat Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto di SMPN 4 Kota Mojokerto, Rabu (15/9/2021).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), fasilitas gratis tersebut akan diberikan kepada ribuan pelajar mulai dari alat tulis, tas, seragam sekolah, sepatu yang dibagikan di masing-masing sekolah. Ribuan pelajar tersebut juga akan menikmati transportasi antar jemput pelajar gratis dari Pemkot Mojokerto.

“Total ada 2.556 siswa untuk SD Negeri-Swasta dan MI masing-masing dapat tiga stel pakaian. Lalu yang SMP sederajat sebanyak 2.714 siswa dapat tiga stel pakaian juga dan tambahan tahun ini, mereka juga akan mendapatkan sepatu juga. Ini merupakan satu dari dua program prioritas di bidang pendidikan saat pandemi Covid-19,” katanya.

Pemkot Mojokerto juga telah melakukan mandatory spending sebesar 20 persen dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Mojokerto. Hal tersebut, tegas Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto sesuai amanat undang-undang yang harus dialokasikan untuk dunia pendidikan.

“Tujuan mandatory spending ini adalah untuk mengurangi masalah ketimpangan sosial dan ekonomi daerah. Dengan memberikan kesiapan sarana prasarana sekolah, seperti IT, kamar mandi, renovasi gedung yang gak layak dan kesejahteraan GTT dinaikkan. Kondisi pandemi membuat adanya perubahan skema pembelajaran konvensional,” jelasnya.

Yakni dari ska pembelajaran konvensional ke pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Ning Ita menegaskan, jika hal tersebut memberatkan semua pihak. Termasuk siswa, para guru dan juga wali murid. Terlebih di sisi lain harus ada transfer knowledge dalam menyelesaikan kurikulum dan tercapainya kewajiban Standart Pelayanan Minimal (SPM) di setiap sekolah.

“Pembatasan-pembatasan yang ada memang menyulitkan pencapaian SPM, dibutuhkan saling kerjasama dan menguatkan di semua unsur dalam menghadapi bencana alam nasional yang membuat semua strategi pendidikan berubah. Harus ditunjang kreatifitas para pengajar untuk transfer knowledge agar pemahaman anak-anak bisa lebih dari 35 persen. Karena capaian itu di bawah standar. Dan harus kita capai di tahun ajaran baru ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, penyerahan seragam dan sepatu gratis dilakukan pada Jumat (17/9/2021) ke masing-masing SD dan SMP Sederajat. “Semua harus disalurkan di masing-masing sekolah untuk semua siswa yang bersekolah di Kota Mojokerto, Jumat nanti,” tambahnya.

Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan Kota Mojokerto di SMPN 4 Kota Mojokerto yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto tersebut diikuti sebanyak 108 Kepala Sekolah di Kota Mojokerto. Baik SD maupun SMP Negeri dan swasta serta para guru SMPN 4 dan SMPN 9. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar