Pendidikan & Kesehatan

Rektor Unej Iwan Taruna menandatangani MoU dengan Komnas HAM

Rektor Unej Iwan Taruna menandatangani MOU dengan Komnas HAM

Jember (beritajatim.com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu pilar penting pembangunan dan penegakan HAM di nusantara. Itulah kenapa Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mendukung niat Universitas Jember membuka Program Studi Magister HAM di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Menurut Damanik, Indonesia yang multikultural tentu memiliki banyak nilai dan kearifan lokal yang berkontribusi bagi pengembangan HAM di Indonesia. “Penggalian nilai serta kearifan lokal terkait HAM ini umumnya dilakukan oleh perguruan tinggi melalui berbagai riset dan kajian solutif, termasuk disertai pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan,” katanya, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (2/6/2021).

Unej sudah memiliki modal membuka program studi ini, yakni CHRM2 (Centre of Human Rights Multiculturalism and Migration) yang diketuai Al Khanif. Organisasi itu selama ini aktif mengadakan kajian dan seminar mengenai HAM.

“Rencananya jika kondisi memungkinkan, saya dan beberapa komisoner Komnas HAM RI akan mengikuti seminar internasional mengenai HAM yang digelar oleh CHRM2 pada November nanti,” kata Damanik yang sore itu didampingi Komisioner Pengkajian dan Penelitian, Sandrayati Moniaga dan pimpinan Komnas HAM RI lainnya.

Saat ini, kurang lebih ada 100 pegiat, peneliti atau fellows dari dalam dan luar negeri yang tertarik belajar dan melakukan penelitian mengenai HAM di Indonesia dari berbagai disiplin ilmu. “Dengan dukungan semua pihak, semoga dalam waktu dekat Program Studi Magister HAM Universitas Jember akan resmi dibuka,” kata Al Khanif. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar