Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Uji Hewan Sempat Terkendala

Rektor Unair Yakin Vaksin Merah Putih Bisa Uji Klinis September

Rektor Unair Prof Muh Nasih

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) diketahui membuat dua platform vaksin yakni Inactivated Virus dan Adenovirus untuk vaksin Merah Putih. Vaksin Merah Putih Unair pun masih dalam tahap uji coba imunitas di hewan makaka.

Rektor Unair Prof Muh Nasih mengatakan bahwa saat ini pengembangan vaksin metode inactiveted virus memang mengalami keterlambatan progres karena beberapa kendala dalam sistem dan skema riset.

“Saat ini masih dalam tahap uji hewan makaka, ya masih ditahap itu karena mengalami beberapa kendala, hewannya susah dicari dan dari 40 makaka yang ada, tidak banyak yang layak uji, saat ini cuma ada 5 makaka yang lolos dan layak uji. Proses mencari makaka itu yang lama, harus nunggu bukan hitungan minggu tapi bulan, ya sistemnya begitu masihan tidak bisa cepat, kalau ada kekurangan apa harus nunggu lama untuk memenuhan bahannya,” ujar Prof Nasih, Senin (26/7/2021).

Uji hewan ini merupakan uji tantang vaksin terhadap virus dengan medium hewan makaka, yakni hewan makaka diimunisasi dengan vaksin kemudian ditunggu satu bulan kemudian ditantangkan dengan virus mutasi terbaru, jika hasilnya virus mampu diaktivasi vaksin maka uji hewan dinyatakan berhasil.

Meski prosesnya sempat terkendala ketersediaan hewan uji, Prof Nasih yang didampingi oleh Prof Nyoman, salah satu peneliti senior Unair di penelitian dan pengembangan vaksin Merah Putih tetap optimis September tahun ini, kedua vaksin platfrom Unair akan tetap bisa tetap masuk uji klinis.

“Masih ada waktu lah ini, kalau setelah ini tidak ada kendala lagi, uji hewan berhasil, ya September itu insya Allah sudah bisa masuk uji klinis tahap 1,” kata Prof Nasih. [adg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar