Pendidikan & Kesehatan

Rebranding, Trimurti Senior High School Patnership Dengan Arizona State University

Surabaya (beritajatim.com) – SMA Trimurti Surabaya hari ini mengadakan seremonial Rebranding menjadi Trimurti Senior High School, Kamis (26/11/2020).

Rebranding ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Trimurti, Mohamad Fajar Satria bersama Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jatim. Ditandai dengan bergantinya logo sekolah, Trimurti Senior High School kini pun resmi berkerjasama dengan Arizona State University (A.S.U), USA, dalam bidang sains.

Fajar mengatakan bahwa alasan rebranding Trimurti adalah sebagai upaya beradaptasi kebutuhan zaman, bahwa saat ini siswa memiliki kapasitas keilmuan yang lebih besar dan kemampuan sosialisasi secara global dalam teknologi informasi dan komunikasi mengalami akselerasi daripada generasi sebelumnya.

“Oleh karenanya memungkinan jika kami mulai memberikan keunggulan di digital school. Rebranding ini akan menjadi awal dari sistem belajar digital,” ungkap Fajar.

Karena bekerjasama dengan A.S.U dibidang sains, Trimurti Senior High School membuka kelas khusus yang langsung bisa terafiliasi dengan sistem pembelajaran sains di A.S.U.

Kelas khusus sains ini terdiri dari 30 siswa yang khusus mendapatkan pembelajaran langsung dari pengajar A.S.U melalui media digital. Selain itu, siswa yang mengikuti kelas khusus sains ini akan mendapatkan gelar double degree, yakni dengan dua sertifikat atau ijazah, baik dari Trimurti sebagai ijazah nasional maupun dari A.S.U sebagai ijazah bertaraf internasional.

“Tidak ada kriteria khusus bagi siswa yang ingin ikut kelas khusus ini, cuma harus bisa bahasa inggris. Sekolahnya pun bisa diambil malam hari karena perbedaan waktu antara Indonesia dan Amerika,” terangnya.

Selain mengejar kualitas siswa dengan bekerjasama dengan A.S.U, guru guru sains Trimurti pun disiapkan secara khusus agar memiliki kapasitas dan kualitas sesuai kebutuhan internasional. Untuk itu, Khofifah menjanjikan bahwa Pemprov siap memfasilitasi SDM pengajar dengan berbagai kebutuhan dan akreditasi.

“Patnership dengan A.S.U. ini tentunya merupakan respon dari pembaharuan zaman. Saya akan identifikasi guru guru yang akan mengajar sains, karena harus di dorong untuk penguatan baik kualitas maupun kuantitas ini akan memacu dan memicu percepatan peningkatan kualitas guru terutama di bidang sains,” pungkas Khofifah. [adg/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar