Pendidikan & Kesehatan

Rayakan Hari Lingkungan Hidup Nasional dengan ‘Green Charity ITS Berbunga’

Surabaya (beritajatim.com) – Green Charity ITS Berbunga merupakan bentuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mengisi Hari Lingkungan Hidup Nasional yang jatuh pada 10 Januari 2020.

ITS melancarkan aksi menanam 220 pohon berbunga di lingkungan kampus. Namun, dalam kegiatan yang diikuti oleh para pejabat ITS bersama alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) ITS kali ini menanam sebanyak 105 pohon Tabebuya. Sisanya sudah ditanam lebih dulu sebelumnya di lingkungan kampus ITS dengan berbagai jenis pohon.

Tidak hanya Tabebuya, ada pula pohon berbunga lain seperti pohon Bungur, Flamboyan, dan Kembang Merak yang turut ditanam yang sudah tertanam lebih dulu. Penanaman pohon berbunga ini dipusatkan di beberapa titik, antara lain di area Bundaran ITS serta di sekitaran kawasan Taman Alumni.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua IKA ITS Pengurus Wilayah (PW) Jawa Timur Dr Ir Wahid Wahyudi MT, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng.

Rektor yang akrab disapa Ashari ini membuka kegiatan secara simbolik dengan penanaman pohon Tabebuya pertama di Taman Alumni, yang selanjutnya diikuti oleh semua pejabat dan alumni di titik-titik tanam lainnya di Taman Alumni. Selanjutnya, penyiraman pohon dilakukan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Biro Sarana Prasarana (Sarpras) ITS yang terbaru.

Susi Agustina Wilujeng ST MT, Ketua Unit ITS Smart Eco Campus, menjelaskan bahwa Green Charity ini merupakan kegiatan amal dalam bentuk penghijauan yang melibatkan banyak pihak untuk berkontribusi di dalamnya. “Kami mengajak semua pemangku kepentingan, alumni, sivitas akademika, dan masyarakat umum untuk memberikan dana ataupun pohon untuk ditanam di ITS, khususnya pohon berbunga,” ungkapnya.

Menurut Susi, pohon berbunga dipilih bukan tanpa sebab. Dosen Teknik Lingkungan ini mengutarakan bahwa pohon berbunga seperti Tabebuya salah satunya, dipilih lantaran kegunaannya sebagai media penyerap emisi karbon yang berasal dari kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di kawasan ITS.

Sementara dari sisi lain, Ashari menyebutkan bahwa salah satu alasan dipilihnya pohon berbunga adalah juga karena alasan estetika. “Periode berbunga pohon-pohon ini hampir bersamaan, sehingga bisa memberi warna bagi siapapun yang mengunjungi ITS nanti agar ITS menjadi lebih indah, ITS berbunga,” tuturnya.

Ashari pun menggadang-gadang bulan November menjadi saat di mana pohon-pohon yang ditanam akan bermekaran. Setelah sebelumnya, di tahun lalu, pohon dengan bunga bak Sakura dari Jepang ini berhasil memikat dan menjadi buah bibir di kalangan publik karena keindahannya. Kali ini, bahkan tidak hanya pohon Tabebuya, namun juga bunga dari pohon-pohon yang lain diharapkan dapat lebih mewarnai ITS.

“Apalagi pohon Flamboyan itu periode berbunganya lebih lama. Sehingga nanti diharapkan ITS berbunga dengan macam warna bunga seperti merah muda, merah, ungu, dan kuning,” ujar Susi menambahkan.

Susi berharap agar pohon-pohon yang ditanam dapat dirawat bersama oleh seluruh warga ITS, mulai dari petugas, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan lainnya. “Tentu saja agar pohon-pohonnya sehat, tumbuh dengan baik, dan berbunga sehingga menambah keindahan kampus kita (ITS, red) tercinta,” tandasnya memungkasi. [adg/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar