Pendidikan & Kesehatan

Rayakan 10 November dengan Nasi Goreng dari Singkong di Universitas Jember

Jember (beritajatim.com) – Tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan dan Dies Natalis Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dirayakan salah satunya dengan makan nasi goreng Singsaras bersama-sama usai upacara bendera.

Ada 3000 porsi nasi goreng yang disajikan untuk para peserta upacara dan undangan, Minggu (11/11/2019). Ini bukan nasi goreng biasa.

“Kalau tidak diberi tahu jika nasi goreng yang saya makan terbuat dari singkong, mungkin kami mengira ini nasi goreng biasa dari nasi yang berasal dari beras,” kata Salsabila Kusuma Dewi, mahasiswi Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Unej.

Menurut Salsabilla, rasa nasi goreng itu seperti nasi goreng dari beras. “Kalau masaknya mudah, saya juga pingin mengolah SINGSARAS juga sebagai makanan sehari-hari,” katanya.

Singsaras adalah akronim dari Singkong Disawut sebagai Beras. Ini adalah inovasi peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M). “Pembuatannya dimulai dengan pemilihan singkong yang baik dari varietas manis dengan HCN rendah,” kata Ketua LP2M Unej Achmad Subagio.

Singkong pilihan itu lantas dikupas, dicuci, dibuat sawut, dan direndam untuk menghilangkan tapioka yang di luar, diperas, direndam dengan bumbu yang sesuai, dan dikeringkan. “Produk yang dihasilkan berupa sawut-sawut kering berwarna putih cerah,” kata Subagio.

Singsaras diolah dengan teknologi sederhana. “Cara memasaknya juga sederhana, dapat dengan dicampur beras dengan perbandingan satu banding satu dan dimasak dengan menggunakan rice cooker,” kata Subagio.

Subagio berharap Singsaras dapat diolah oleh setiap rumah tangga Indonesia tanpa teknologi tinggi. Dengan demikian diharapkan menjadi alternatif makanan pokok dan bisa menurunkan konsumsi beras Indonesia yang sudah mencapai 114,6 kilogram per kapita per tahun. (Wir)





Apa Reaksi Anda?

Komentar